Top 3: Ini Daftar Terbaru Pemegang Saham Bank Jago

·Bacaan 2 menit
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,66% atau 33,67 poin ke level 5.116,66 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Menarik investor baru, PT Bank Jago Tbk (ARTO) melakukan penawaran terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Hal ini membuat komposisi kepemilikan saham akhirnya mengalami perubahan.

Melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten berkode ARTO tersebut mengumumkan adanya GIC Private Limited sebagai pemegang saham 9,12 persen.

"PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia 29,81%, Wealth Track Technology Limited 11,69 persen, PT Dompet Karya Anak Bangsa 21,40 persen. Lalu GIC Private Limited 9,12 persen dan publik 27,99 persen,” tulis Sekretaris Perusahaan sekaligus Direktur Kepatuhan Bank Jago Tjit Siat Fun, ditulis Sabtu, 27 Maret 2021.

Artikel gelar rights issue, ini daftar terbaru pemegang saham Bank Jago menyita perhatian pembaca di saham pada Sabtu, 27 Maret 2021. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut rangkumannya, ditulis Minggu, (28/3/2021):

1.Gelar Rights Issue, Ini Daftar Terbaru Pemegang Saham Bank Jago

Menarik investor baru, PT Bank Jago Tbk (ARTO) melakukan penawaran terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Hal ini membuat komposisi kepemilikan saham akhirnya mengalami perubahan.

Melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten berkode ARTO tersebut mengumumkan adanya GIC Private Limited sebagai pemegang saham 9,12 persen.

"PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia 29,81%, Wealth Track Technology Limited 11,69 persen, PT Dompet Karya Anak Bangsa 21,40 persen. Lalu GIC Private Limited 9,12 persen dan publik 27,99 persen,” tulis Sekretaris Perusahaan sekaligus Direktur Kepatuhan Bank Jago Tjit Siat Fun, ditulis Sabtu, 27 Maret 2021.

Berita selengkapnya baca di sini

2.Satgas Waspada Investasi Buka Pemblokiran Snack Video

Satgas Waspada Investasi (SWI) telah melakukan normalisasi dan membuka blokir aplikasi Snack Video. Hal ini setelah aplikasi Snack Video mengurus izin di Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) dan Kementerian Perdagangan.

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI), Tongam Lumban Tobing menuturkan, pembukaan blokir aplikasi Snack Video telah dilakukan pada 23 Maret 2021. Snack Video telah mengurus izin di Kemenkomindo dan Kementerian Perdagangan.

"Snack Video tidak berada di bawah pengawasan OJK karena bukan sektor jasa keuangan sehingga izin tidak dari OJK. Snack Video telah mengurus izin penyelenggara sistem elektronik (PSE) dari Kemenkominfo dan izin perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) dari Kementerian perdagangan sehingga Satgas Waspada Investasi melakukan normalisasi dan membuka blokir Snack Video," ujar Tongam saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat, Sabtu, 27 Maret 2021.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Trivia Saham: Ketahui Debt to Equity Ratio, Cara Lihat Kesehatan Utang

Saat hendak investasi di pasar modal, investor sebaiknya mengetahui sejumlah istilah penting di sektor ini. Salah satu yang sering digunakan ialah Debt to Equity Ratio atau DER atau rasio utang dibandingkan total ekuitas yang dimiliki perusahaan.

Istilah ini penting diketahui karena DER berkaitan dengan analisis fundamental yang harus dilakukan investor sebelum melakukan investasi pada perusahaan yang melakukan listing atau sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Merupakan rasio keuangan, DER biasanya menilai kesehatan utang suatu perusahaan. Rasio ini meliputi jumlah utang/ kewajiban (liabilitas) terhadap jumlah modal bersih (ekuitas) yang dimiliki perusahaan.

Berita selengkapnya baca di sini

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini