Top 3: Intip Rekomendasi Saham LQ45 pada Kuartal II 2021

·Bacaan 2 menit
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,66% atau 33,67 poin ke level 5.116,66 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks saham LQ45 merosot pada awal 2021. Mengutip data RTI, indeks saham LQ45 turun 3,42 persen dari posisi 934 pada 30 Desember 2020 menjadi 902 pada 31 Maret 2021.

Berisi 45 emiten dengan kapitalisasi pasar besar dan paling likuid di pasar, indeks saham LQ45 biasa menjadi acuan para manajer investasi. Selain itu, fundamental perusahaan dan prospek emiten yang positif membuat indeks ini menarik menjadi pilihan.

Analis Panin Sekuritas, William Hartanto menerangkan, penurunan ini merupakan dampak dari harga saham dalam indeks LQ45 yang terkoreksi. "Mayoritas memang menurun dalam lima tahun terakhir,” kata dia kepada Liputan.com, Minggu, 4 April 2021.

Artikel sempat tertekan awal 2021, intip rekomendasi saham LQ45 pada kuartal II menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham pada Minggu, 4 April 2021? Berikut rangkumannya ditulis Senin (5/4/2021):

1.Sempat Tertekan Awal 2021, Intip Rekomendasi Saham LQ45 pada Kuartal II

Indeks saham LQ45 merosot pada awal 2021. Mengutip data RTI, indeks saham LQ45 turun 3,42 persen dari posisi 934 pada 30 Desember 2020 menjadi 902 pada 31 Maret 2021.

Berisi 45 emiten dengan kapitalisasi pasar besar dan paling likuid di pasar, indeks saham LQ45 biasa menjadi acuan para manajer investasi. Selain itu, fundamental perusahaan dan prospek emiten yang positif membuat indeks ini menarik menjadi pilihan.

Analis Panin Sekuritas, William Hartanto menerangkan, penurunan ini merupakan dampak dari harga saham dalam indeks LQ45 yang terkoreksi. "Mayoritas memang menurun dalam lima tahun terakhir,” kata dia kepada Liputan.com, Minggu, 4 April 2021.

Berita selengkapnya baca di sini

2.Laba Dua Emiten Rokok Turun, Bagaimana Prospek Sahamnya?

Dua emiten raksasa di sektor rokok, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) resmi merilis laporan keuangan sepanjang 2020.

Dari data yang disampaikan, dua emiten rokok tercatat mengalami penurunan laba. Lalu bagaimana prospek saham rokok ke depannya?

Melihat hal ini, Analis PT Binaartha Sekuritas Nafan Aji menyebut bila saham rokok masih memiliki prospek yang cukup baik untuk investasi jangka panjang.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Catat Saham Perdana di BEI, Imago Mulia Persada Bakal Pakai Kode LFLO

Pasar saham Indonesia akan kembali kedatangan pendatang baru pada April 2021. Salah satunya PT Imago Mulia Persada Tbk, perusahaan bergerak di usaha interior dan furniture premium akan catatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 April 2021.

Perseroan akan mencatatkan saham perdana dengan kode saham LFLO. Hal ini seiring PT Imago Mulia Persada Tbk telah memenuhi syarat pencatatan efek calon perusahaan tercatat sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa Nomor I-V tentang Ketentuan Khusus Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham Di Papan Akselerasi Yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat.

Mengutip laman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), ditulis Minggu (4/4/2021), perseroan menawarkan jumlah saham yang ditawarkan 300 juta saham ke publik dengan nilai nominal Rp 10 per saham.

Berita selengkapnya baca di sini

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini