Top 3: Izin Usaha OVO Finance Indonesia Dicabut

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha perusahaan pembiayaan PT OVO Finance Indonesia. Perusahaan tersebut beralamat di Gedung Lippo Kuningan Lantai 17 Unit D, Jalan HR. Rasuna Said Jakarta Selatan.

Dengan telah dicabutnya izin usaha dimaksud, perusahaan dilarang melakukan kegiatan usaha di bidang perusahaan pembiayaan dan diwajibkan untuk menyelesaikan hak dan kewajiban sesuai dengan ketentuan.

Artikel mengenai pencabutan izin usaha OVO Finance Indonesia tersebut menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Kamis 11 November 2021:

1. OJK Cabut Izin Usaha OVO Finance Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha perusahaan pembiayaan PT OVO Finance Indonesia. Pencabutan ini tertuang dalam KEP110/D.05/2021 OJK tertanggal 19 Oktober 2021.

Melansir keterangan OJK, Selasa (9/11/2021), pembubaran OVO Finance Indonesia karena alasan Keputusan RUPS.

"Otoritas Jasa Keuangan melalui Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-110/D.05/2021 tanggal 19 Oktober 2021 telah mencabut izin usaha Perusahaan Pembiayaan PT OVO Finance Indonesia," kata OJK.

Simak artikel selengkapnya di sini

2. Sudah Bangkrut, Garuda Indonesia Layak Diselamatkan?

Pesawat Airbus A330 yang dipesan Garuda Indonesia tiba di Bandara Soekarno Hatta pada  23 Juli 2009. (AFP / Arif Ariadi)
Pesawat Airbus A330 yang dipesan Garuda Indonesia tiba di Bandara Soekarno Hatta pada 23 Juli 2009. (AFP / Arif Ariadi)

Terlilit utang sebesar Rp 70 triliun, ditambah badai pandemi Covid-19, belum lagi masalah korupsi, membuat PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tak lagi segagah dulu dan terancam gulung tikar alias bangkrut.

Sebenarnya, berbagai upaya tengah dilakukan agar maskapai yang berdiri sejak 1949 tersebut dapat bangkit dari keterpurukan, salah satunya lewat restrukturisasi. Namun upaya tersebut seakan tidak cukup.

Anggota DPR Fraksi PKS Mardani Ali Sera menilai, Garuda Indonesia layak untuk diselamatkan. Alasannya, Garuda Indonesia bukan hanya sekedar entitas bisnis melainkan juga kebanggaan negara.

Simak artikel selengkapnya di sini

3. 4 Konglomerat Besar Era Soeharto Sudah Lunasi Utang BLBI, Berikut Profilnya

Massa menggelar aksi teatrikal dan membentangkan spanduk saat berunjuk rasa di depan Gedung KPK, Jakarta, Rabu (17/7). Massa menuntut KPK segera menuntaskan kasus mega skandal BLBI dan Century. (Merdeka.com/Dwi Narwoko)
Massa menggelar aksi teatrikal dan membentangkan spanduk saat berunjuk rasa di depan Gedung KPK, Jakarta, Rabu (17/7). Massa menuntut KPK segera menuntaskan kasus mega skandal BLBI dan Century. (Merdeka.com/Dwi Narwoko)

Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) terus memburu sejumlah obligor/debitur pengutang dana BLBI yang sulit terjangkau. Kendati begitu, beberapa konglomerat besar disebut sudah menuntaskan utangnya kepada negara.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memaparkan, ada empat nama obligor/debitur yang telah melunasi utang BLBI kepada negara. Salah satunya konglomerat pentolan Salim Group, Anthony Salim.

"Banyak diantara mereka yang membayar dan selesai. Misalnya, Anthony Salim langsung membayar lunas, selesai. Bob Hasan, lunas, selesai. Sudwikatmono, lunas, selesai. Ibrahim Risjad, lunas, selesai," ujar Mahfud.

Simak artikel selengkapnya di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel