Top 3: Kata Pengusaha Mal Soal Boleh Makan dan Minum di Bioskop

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memperbolehkan pengusaha mal membuka gerai penjualan makanan dan minuman di bioskop. Langkah ini dijalankan guna menjalankan kembali roda perekonomian.

Namun menurut pengelola pusat belanja, kelonggaran ini belum bisa mendorong tingkat kunjungan ke mal secara signifikan. Alasannya, masih ada pembatasan-pembatasan yang lain.

Artikel mengenai diperbolehkan pengelola mal untuk membuka gerai makanan dan minuman di bioskop ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Kamis 7 Oktober 2021:

1. Pengelola Pusat Belanja: Boleh Makan dan Minum di Bioskop Tak Bikin Mal Jadi Ramai

Pemerintah kembali memberikan kelonggaran terhadap sektor kuliner di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kali ini pengelola mal boleh membuka gerai penjualan makanan dan minuman di bioskop.

Namun menurut pengelola pusat belanja, kelonggaran ini belum bisa mendorong tingkat kunjungan ke mal secara signifikan. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja mengatakan, tingkat kunjungan ke pusat belanja masih belum normal dengan berbagai pelonggaran ini.

“Diperbolehkannya kegiatan makan dan minum di dalam bioskop tidak akan mendorong tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan secara signifikan,” katanya.

Simak artikel selengkapya di sini

2. Airlangga Hartarto Bongkar Alasan Sawit Sangat Penting buat Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyambut baik dibukanya kampus Monash University Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyambut baik dibukanya kampus Monash University Indonesia

Industri kelapa sawit nasional disebut berkontribusi mengentaskan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja kepada lebih dari 16 juta tenaga kerja.

Bahkan komoditas sawit memberi kontribusi terbesar ke ekspor non migas dengan menyumbang 15,6 persen dari total ekspor non migas pada 2020, sehingga kelapa sawit telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan menjadi primadona komoditas sektor industri ekspor.

“Keunggulan kelapa sawit dibanding komoditi pesaing minyak nabati lainnya adalah mempunyai produktivitas yang lebih tinggi, sehingga luas lahan yang digunakan untuk memproduksi minyak sawit lebih sedikit,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Simak artikel selengkapya di sini

3. Indonesia Ingin Cepat Jadi Negara Maju? Mantan Menristek Sarankan Tiru China

Suasana gedung-gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Selasa (30/7/2019). Badan Anggaran (Banggar) DPR bersama dengan pemerintah menyetujui target pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran angka 5,2% pada 2019 atau melesat dari target awal 5,3%. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Suasana gedung-gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Selasa (30/7/2019). Badan Anggaran (Banggar) DPR bersama dengan pemerintah menyetujui target pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran angka 5,2% pada 2019 atau melesat dari target awal 5,3%. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pemerintah Indonesia terus berusaha bisa masuk menjadi salah satu negara maju. Upaya itu sempat berbuah saat Indonesia merangsek naik jadi negara berpendapatan menengah atas pada 2020, namun kembali turun akibat pandemi Covid-19 tak berkesudahan.

Mantan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan, Indonesia bisa belajar dari China yang dengan sangat cepat bisa mengurangi angka kemiskinan sekaligus jadi salah satu ekonomi terbesar dunia.

"Apa kesamaan antara Indonesia dan China? Yang pasti jumlah penduduk besar, Tiongkok nomor 1 kita nomor 4 di dunia. Kemudian tahapan sebagai sesama negara Asia, kita melalui tahapan pernah melalui kategori negara miskin, kemudian kategori menengah, dan saat ini kalau saya lihat Tiongkok pergerakannya sangat cepat," ujarnya.

Simak artikel selengkapya di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel