Top 3: Kimia Farma Pecat Pegawai Terlibat Kasus Daur Ulang Rapid Tes Antigen

·Bacaan 2 menit
Pelaksana tugas (Plt) General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Kualanamu, Agoes Soeprayanto mengatakan, para calon penumpang masih bisa memanfaatkan layanan rapid test melalui sistem drive thru (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Cucu usaha PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yaitu PT Kimia Farma Diagnostika memberhentikan lima pegawai yang terlibat kasus daur ulang rapid test antigen COVID-19 di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.

Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Adil Fadhilah menuturkan, lima pegawai Kimia Farma Diagnostika tersebut diberhentikan setelah ditetapkan menjadi tersangka. Pihak kepolisian telah gelar perkara dan ditetapkan lima orang tersangka.

"Sudah PHK lima orang ini. Status pegawai memang ada tetap dan tidak tetap, dan ada pegawai harian lepas,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com, Jumat, 30 April 2021.

Artikel Kimia Farma pecat pegawai terlibat kasus daur ulang rapid tes antigen di Bandara Kualanamu menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut sejumlah artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Sabtu, (1/5/2021):

1.Kimia Farma Pecat Pegawai Terlibat Kasus Daur Ulang Rapid Tes Antigen di Bandara Kualanamu

Cucu usaha PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yaitu PT Kimia Farma Diagnostika memberhentikan lima pegawai yang terlibat kasus daur ulang rapid test antigen COVID-19 di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.

Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Adil Fadhilah menuturkan, lima pegawai Kimia Farma Diagnostika tersebut diberhentikan setelah ditetapkan menjadi tersangka. Pihak kepolisian telah gelar perkara dan ditetapkan lima orang tersangka.

"Sudah PHK lima orang ini. Status pegawai memang ada tetap dan tidak tetap, dan ada pegawai harian lepas,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com, Jumat, 30 April 2021.

Berita selengkapnya baca di sini

2.Petrosea Bakal Tebar Dividen 2020 Rp 115,64 Miliar

PT Petrosea Tbk (PTRO) menetapkan pembagian dividen final tahun buku 2020 senilai USD 8 juta atau Rp 115,640 miliar (kurs Rp 14.455 per USD).

Besaran dividen tersebut setara 24,78 persen dari laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 32,28 juta atau sekitar Rp 466,44 miliar.

"Pembagian dividen merupakan wujud komitmen kami terhadap pemegang saham perusahaan,” ujar Presiden Direktur Petrosea, Hanifa Indrajaya dalam keterangan tertulis, Jumat, 30 April 2021.

Dividen tunai itu akan didistribusikan pada 3 Juni 2021 kepada pemegang saham perusahaan yang namanya tercatat di daftar pemegang saham pada 17 Mei 2021.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Laba Bersih Bukit Asam Turun 45 Persen pada Kuartal I 2021

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan laba bersih kuartal pertama 2021 sebesar Rp 500,5 miliar atau Rp 45 per lembar saham. Angka ini turun sekitar 45 persen dibandingkan laba bersih kuartal pertama tahun lalu sebesar Rp 903,25 miliar.

Adapun raihan laba bersih didukung oleh pendapatan sebesar Rp 3,99 triliun pada kuartal I 2021. Pendapatan PT Bukit Asam Tbk turun 20,48 persen dari periode kuartal I 2020 sebesar Rp 5,12 triliun.

Di tengah pandemi COVID-19, PTBA terus berupaya melakukan langkah-langkah efisiensi. Hal ini tercermin pada biaya umum dan administrasi yang turun 19 persen atau terealisasi sebesar Rp 339,33 miliar dibandingkan dengan Kuartal I 2020.

Berita selengkapnya baca di sini

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini