Top 3: Kinerja Keuangan Unilever Indonesia Bikin Penasaran

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatat penjualan bersih sebesar Rp 30 triliun hingga September 2021. Kendati pertumbuhan penjualan domestik melambat sebesar 7,4 persen hingga September 2021.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/10/2021), harga pokok penjualan turun 4,16 persen menjadi Rp 14,93 triliun hingga September 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 15,58 triliun.

Dengan demikian, laba bruto susut 10,5 persen dari Rp 16,87 triliun hingga September 2020 menjadi Rp 15,09 triliun hingga 30 September 2021.

Artikel Unilever Indonesia raup penjualan Rp 30 triliun hingga September 2021 menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Jumat (22/10/2021).

1.Unilever Indonesia Raup Penjualan Rp 30 Triliun hingga September 2021

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatat penjualan bersih sebesar Rp 30 triliun hingga September 2021. Kendati pertumbuhan penjualan domestik melambat sebesar 7,4 persen hingga September 2021.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/10/2021), harga pokok penjualan turun 4,16 persen menjadi Rp 14,93 triliun hingga September 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 15,58 triliun.

Dengan demikian, laba bruto susut 10,5 persen dari Rp 16,87 triliun hingga September 2020 menjadi Rp 15,09 triliun hingga 30 September 2021.

Berita selengkapnya baca di sini

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2.Saham Evergrande Anjlok Usai Gagal Capai Kesepakatan

Orang-orang berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Orang-orang berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Saham raksasa properti China Evergrande jatuh pada Kamis, 21 Oktober 2021 setelah perdagangan saham dibuka di Bursa Hong Kong. Kegagalan kesepakatan penjualan unit memperparah kekhawatiran akan runtuhnya Evergrande.

Saham Evergrande diberhentikan sementara pada Senin, 4 Oktober 2021. Seraya menunggu pengumuman tentang “transaksi besar” untuk tutupi kewajiban sebesar USD 300 miliar setara Rp 4.239,6 triliun (asumsi kurs Rp 14.132 per dolar AS). Investor waswas terjadi penularan yang lebih luas terhadap ekonomi China.

Pada Kamis, 21 Oktober 2021, saham Evergrande anjlok 10,5 persen pada awal perdagangan. Pada malam sebelumnya, perseroan mengumumkan mengajukan kembali perdagangan saham di pasar Hong Kong.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Anak Usaha ABM Investama Jual 20 Persen Saham

Papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Anak usaha perusahaan jasa pertambangan, PT ABM Investama Tbk (ABMM), yaitu PT Reswara Minergi Hartama (RWA) menjual sebanyak 15.500 saham atau setara 20 persen saham di PT Media Djaya Bersama (MDB) senilai US$ 8,5 Juta atau setara Rp 120,12 miliar (kurs rupiah 14.131,6 per dolar AS).

Saham tersebut oleh RWA dijual ke pemegang saham MDB lainnya, yaitu PT Inti Murni Kencana (IMK). Transaksi jual beli telah diteken pada 18 Oktober 2021.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris PT ABM Investama Tbk Rindra Donovan melalui keterbukaan informasinya ke regulator, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 21 Oktober 2021.

Berita selengkapnya baca di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel