Top 3: Menko Luhut Lobi China Bangun Hotel Mewah di Danau Toba

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - China nampaknya bakal terus meningkatkan investasinya di Indonesia. Tidak hanya di sektor infrastruktur atau keuangan, bahkan mereka akan berinvestasi di sektor pariwisata. Danau Toba menjadi salah satu destinasi wisata di Indonesia yang diminati China.

Daya tariknya terhadap Danau Toba ini juga tak lepas dari peran pemerintah dalam membangun 5 Bali Baru untuk mendongkrak wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Untuk segera merealisasikan investasinya, bahkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan siap untuk mengawal pembangunan kawasan Danau Toba oleh investor China.

Artikel mengenai keinginan China investasi di Danau Toba ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Sabtu 19 Desember 2020:

1. Dukung Pemulihan Ekonomi, Luhut Lobi China Bangun Hotel di Danau Toba

Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata China, Mr. Zhang Xu mengatakan akan terus berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia dalam rangka pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Salah satunya dengan mendukung pariwisata di Indonesia demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami sepakat untuk terus melakukan kolaborasi internasional guna penanganan dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19," kata Zhang Xu dalam video konferensi di acara Indonesia-China Investment Forum di Danau Toba, Sumatera Utara, Jumat (18/12).

Zhang Xu menambahkan, kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan bilateral antara Indonesia-China juga akan terus dilanjutkan. Hal tersebut juga diamini Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Dia mengatakan kerja sama bilateral ini akan terus terjalin di berbagai sektor.

"Sekarang banyak kerja sama kita dengan Tiongkok. Ke depan masih banyak yang bisa kita kerjasamakan," kata Luhut.

Baca artikel selengkapnya di sini

2. Pemerintah Buka Seleksi Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi, Apa Syaratnya?

Ilustrasi Foto Lowongan Kerja (iStockphoto)
Ilustrasi Foto Lowongan Kerja (iStockphoto)

Pemerintah membuka seleksi anggota Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Dibutuhkan 3 orang dari unsur profesional untuk mengisi posisi tersebut.

Kabar perekrutan ini dituangkan dalam Surat Pengumuman Pendaftaran Seleksi Calon Anggota Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi dari Unsur Profesional Nomor: Peng-01/Pansel-DPLPI/2020.

Dikutip dari surat pengumuman tersebut, Jumat (18/12/2020), calon anggota Dewan Pengawas LPI terdiri dari 3 orang unsur profesional untuk pertama kali, dengan masa jabatan berbeda-beda. Dimana satu anggota akan diangkat untuk masa jabatan 5 tahun, satu anggota diangkat untuk masa jabatan 4 tahun, dan satu lainnya untuk masa jabatan 3 tahun.

Untuk persyaratan jabatan, ketiga calon anggota dewan antara lain berusia paling tinggi 65 tahun pada saat pengangkatan pertama per 31 Januari 2021. Lalu bukan pengurus/anggota partai politik, memiliki pengalaman dan keahlian di bidang investasi, ekonomi, keuangan, perbankan, hukum, dan/atau organisasi perusahaan.

Baca artikel selengkapnya di sini

3. Deretan Proyek yang Bakal Ditangani Lembaga Pengelola Investasi

Para pekerja menyelesaikan proyek Tol Becakayu di Jalan Ahmad Yani, Senin (26/10/2020). Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan bantuan subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan gelombang kedua akan cair pada awal November 2020. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Para pekerja menyelesaikan proyek Tol Becakayu di Jalan Ahmad Yani, Senin (26/10/2020). Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan bantuan subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan gelombang kedua akan cair pada awal November 2020. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen KN) Kemenkeu RI, Isa Rachmatarwata, menyebut sudah ada beberapa proyek yang ingin diinvestasikan melalui Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF). Kebanyakan proyek tersebut masih didominasi infrastruktur, yang diantaranya seperti jalan tol, bandara, dan pelabuhan.

"Untuk poryek tahap pertama yang ingin diinevstasikan via LPI kebanyakan masih infrastruktur. Beberapa sudah banyak dibicarakan saat ini bersama dengan calon-calon mitra investor," kata dia dalam Bincang Media, di Jakarta, Jumat (18/12/2020).

Seperti diketahui, sebelumnya pemerintah sudah menyelesaikan dua peraturan pelaksanaan turunan dari Undang-Undang Cipta Kerja, dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 73 Tahun 2020 Tentang Modal Awal Lembaga Pengelola Investasi dan Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2020 Tentang Lembaga Pengelola Investasi. Keduanya merupakan peraturan pelaksanaan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, terutama di bidang investasi.

Baca artikel selengkaonya di sini

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: