Top 3: Moda Transportasi yang Tak Boleh Beroperasi pada 6-17 Mei 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran 2021. Kementerian Perhubungan pun menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Ada beberapa jenis angkutan darat yang dilarang pada masa pemberlakuan aturan ini. Untuk sektor perhubungan laut, periode pelarangan mudik lebaran juga ada pengendalian di 51 pelabuhan.

Di sektor perhubungan udara, pelarangan juga berlaku bagi angkutan niaga dan bukan niaga.

Artikel mengenai pelarangan operasional moda transportasi ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Sabtu (9/4/2021):

1. Mudik Lebaran Dilarang, Ini Daftar Moda Transportasi Tak Boleh Beroperasi pada 6-17 Mei

Pemerintah melarang mudik Lebaran 2021. Kementerian Perhubungan kemudian menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Pengendalian transportasi tersebut dilakukan melalui larangan penggunaan atau pengoperasian sarana transportasi penumpang untuk semua moda transportasi yaitu moda darat, laut, udara dan perkeretapian, dimulai dari tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi membeberkan jenis angkutan darat yang dilarang pada masa pemberlakuan aturan ini, seiring larangan mudik Lebaran.

Simak artikel selengkapnya di sini

2. Kilang Balongan Kembali Beroperasi Normal

Photo)
Kepulan asap hitam masih terlihat di Kilang Pertamina Balongan Indramayu yang terbakar, Senin (29/3/2021). Di lokasi, petugas gabungan nampak menutup jalan berupa jalur dari Cirebon menuju Indramayu arah Balongan.  (Liputan6.com/Panji Prayitno)
Photo) Kepulan asap hitam masih terlihat di Kilang Pertamina Balongan Indramayu yang terbakar, Senin (29/3/2021). Di lokasi, petugas gabungan nampak menutup jalan berupa jalur dari Cirebon menuju Indramayu arah Balongan. (Liputan6.com/Panji Prayitno)

Pasca insiden di area Tangki T-301 Kilang Balongan, selain memberi perhatian penuh pada upaya penanganan dampak di masyarakat, Pertamina juga fokus pada pemulihan operasi kilang setelah sebelumnya sempat dilakukan normal shut down pada saat terjadinya insiden untuk meminimalisir dampak.

Tahapan start up sudah dimulai sejak 31 Maret 2021 dengan menjalankan kembali primary processing CDU (Crude Destilation Unit).

Berikutnya dilakukan start up secondary processing unit secara bertahap, mulai dari unit RCC (Residual Catalytic Cracker) yang mengolah residu menjadi produk bernilai tinggi dan tanggal 7 April sudah beroperasi normal, serta unit KLBB (Kilang Langit Biru Balongan) yang menghasilkan produk BBM telah beroperasi normal.

Simak artikel selengkapnya di sini

3. Said Didu: Becakayu Proyek Tol Termahal di Dunia yang Tak Datangkan Keuntungan

Kendaraan saat melintasi Gerbang Tol (GT) Pisangan, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (15/3/2021). PT CMNP mulai mengoperasikan GT Pisangan yang menghubungkan sisi barat ruas Tol Becakayu Seksi 1A dengan ruas Tol Ir Wiyoto Wiyono. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Kendaraan saat melintasi Gerbang Tol (GT) Pisangan, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (15/3/2021). PT CMNP mulai mengoperasikan GT Pisangan yang menghubungkan sisi barat ruas Tol Becakayu Seksi 1A dengan ruas Tol Ir Wiyoto Wiyono. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Banyak proyek negara yang tidak ekonomis dikerjakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Disebut tidak ekonomis karena mengeluarkan biaya investasi yang besar tetapi tidak memberikan keuntungan bagi perusahaan dan negara. Salah satunya adalah Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu).

Mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu mengatakan, beberapa contoh proyek yang tidak ekonomis yang dikerjakan oleh BUMN adalah proyek mangkrak Tol Becakayu dan Bandara Kertajati. Untuk proyek Tol Becakayu menelan banyak dana investasi tapi tak mendatangkan keuntungan yang setimpal dan proyek ini sudah pernah dihentikan.

"Saya katakan, Tol Becakayu. Dulu kita putuskan tidak perlu dibangun karena tidak layak secara ekonomi dan saya paham pemiliknya adalah swasta dan dibelilah oleh Waskita dan kemudian dibangun dan itu tol termahal di dunia," kata Said Didu.

Simak artikel selengkapnya di sini