Top 3: Nenek Moyang Manusia di Indonesia hingga Demo Myanmar Bikin Penasaran

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Homo erectus (H. erectus), manusia pertama yang mampu berjalan tegak, adalah salah satu spesies 'nenek moyang' manusia paling dikenal dalam sejarah. Mereka pertama kali muncul di Afrika sekitar 1,9 juta tahun yang lalu.

Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature, H. erectus membuat 'komunitas terakhir' mereka di pulau Jawa 100.000 tahun yang lalu.

Berita mengenai nenek moyang manusia di Indonesia menjadi kabar terpopuler di kanal global Liputan6.com, Senin (8/2/2021).

Selanjutnya, ada berita tentang tenaga kesehatan di Singapura yang tak sengaja disuntik 5 dosis vaksin COVID-19. Demo rakyat Myanmar yang menolak kudeta militer.

Berikut selengkapnya:

1. Indonesia Menjadi Rumah Nenek Moyang Manusia?

Sebuah tengkorak manusia purba pada pameran Asal Usul Orang Indonesia (ASOI) di Museum Nasional Jakarta, Minggu (3/11/2019). Pameran tersebut menampilkan fase perkembangan manusia Homo Erectus Tipik, Homo Erectus Progresif dan Homo Sapiens. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Sebuah tengkorak manusia purba pada pameran Asal Usul Orang Indonesia (ASOI) di Museum Nasional Jakarta, Minggu (3/11/2019). Pameran tersebut menampilkan fase perkembangan manusia Homo Erectus Tipik, Homo Erectus Progresif dan Homo Sapiens. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Homo erectus dalah pembuat alat yang sangat terampil yang telah memberanikan diri keluar benua Afrika menuju Asia, menyeberang ke Jawa melalui jembatan darat sekitar 1,6 juta tahun yang lalu.

Pada saat itu, Jawa memiliki hutan terbuka seperti sabana, tidak seperti geografi tropis yang ada sekarang. Namun lambat laun, permukaan laut mulai naik, mengisolasi spesies H. erectus di Jawa, dan mendorong sisa spesiesnya di seluruh dunia ke kepunahan sekitar 500.000 tahun yang lalu.

Baca selengkapnya...

2. Nakes Kesehatan Singapura Disuntik 5 Dosis Vaksin COVID-19 Sekaligus,

Seorang pengunjung, yang mengenakan masker pelindung di tengah kekhawatiran tentang penyebaran Virus Corona COVID-19, berjalan di sepanjang Merlion Park di Singapura pada 17 Februari 2020. (Roslan RAHMAN / AFP)
Seorang pengunjung, yang mengenakan masker pelindung di tengah kekhawatiran tentang penyebaran Virus Corona COVID-19, berjalan di sepanjang Merlion Park di Singapura pada 17 Februari 2020. (Roslan RAHMAN / AFP)

Seorang tenaga kesehatan di Singapore National Eye Centre (SNEC) telah keliru menerima setara dengan lima dosis vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 dalam satu kali suntikan. Insiden itu terjadi dalam sebuah simulasi vaksinasi pada 14 Januari 2021 silam, kata SNEC pada Sabtu 6 Februari 2021.

Kesalahan ditemukan dalam beberapa menit setelah vaksinasi, ketika anggota staf beristirahat di area yang ditentukan.

Baca selengkapnya...

3. Demonstrasi di Myanmar

Para pengunjuk rasa turun ke jalan saat demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar pada Sabtu (6/2/2021). Mereka menyerukan pembebasan pemimpin sipil terpilih, Aung San Suu Kyi, beserta para politikus lainnya yang telah ditahan sejak kudeta pada hari Senin. (STR / AFP)
Para pengunjuk rasa turun ke jalan saat demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar pada Sabtu (6/2/2021). Mereka menyerukan pembebasan pemimpin sipil terpilih, Aung San Suu Kyi, beserta para politikus lainnya yang telah ditahan sejak kudeta pada hari Senin. (STR / AFP)

Ribuan orang telah turun ke jalan-jalan di kota utama Myanmar, Yangon pada Minggu 7 Februari 2021 untuk hari kedua protes massa menentang kudeta militer 1 Februari 2021.

Pria dan wanita, banyak dari mereka berusia muda, mengangkat gambar pemimpin sipil yang saat ini ditahan, Aung San Suu Kyi dan mengenakan warna merah, warna partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin Suu Kyi.

Baca selengkapnya...

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: