Top 3 News: 2 Oknum Polisi Polda Papua Diduga Jual Amunisi ke KKB

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Dua anggota polisi dari Polda Papua diduga menjual senjata ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Kedua oknum, yaitu AS dan JPO belakangan telah diamankan pada 27 Oktober lalu di Nabire.

Saat ditangkap, dari tangan keduanya tidak ditemukan amunisi yang diduga di jual ke KKB. Namun, sejumlah uang berhasil diamankan sebagai barang bukti.

Terkait kelompok separatis mana yang membeli senjata tersebut, hingga kini masih dalam pendalaman. Berita ini terpopuler pertama di top 3 news, Sabtu, 30 Oktober 2021.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mendukung pernyataan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menyebut 'potong kepala' saat menutup pendidikan Sespimti Polri di Lembang, Jawa Barat.

Fadil bahkan menyebutg bahwa bukan hanya dipotong, tapi juga dibelender.

Potong kepala yang dimaksud Kapolri adalah terkait kepemimpinan di internal kepolisian. Apabila pimpinannya bermasalah maka hal tersebut akan berpengaruh pada anggota. Karenanya perlu dilakukan pembinaan.

Berita menarik lainnya saat kembali mencuat spekulasi bahwa Jenderal Andika Perkasa yang akan terpilih menjadi Panglima TNI. Kabar ini menguat saat KSAD Andika melepas Presiden Joko Widodo untuk kunjungan kerja ke Eropa.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Sabtu, 30 Oktober 2021:

1. 4 Fakta Terkini Dugaan 2 Polisi Jual Amunisi Senjata ke KKB Papua

Tim gabungan Polri-TNI menyergap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), di Kabupaten Timika, Papua yang membuat onar di Bumi Cendrawasih. (dok Polda Papua)
Tim gabungan Polri-TNI menyergap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), di Kabupaten Timika, Papua yang membuat onar di Bumi Cendrawasih. (dok Polda Papua)

Diduga menjual amunisi senjata api ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dua oknum polisi dari Polda Papua ditangkap. Penangkapan terjadi di Kabupaten Nabire.

"Ardi (AS) dari Yapen. Joni (JPO) Nabire," jelas Kasatgas Pengeakan Hukum (Gakkum) Operasi Nemangkawi Kombes Faisal Ramadhani saat dikonfirmasi, Jumat 29 Oktober 2021 kemarin.

Dua personel Polda Papua tersebut ditangkap sejak Rabu, 27 Oktober 2021. Saat ini diamankan di Polda setempat untuk diperiksa lebih lanjut.

Atas insiden tersebut anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengku Indarti mengaku sangat kecewa dengan tindakan kedua oknum polisi tersebut. Dia menilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap institusi Polri dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Jika terbukti benar menjual amunisi kepada KKB, maka mereka adalah pengkhianat," ujar Poengky, Jumat 30 Oktober 2021, dilansir Antara.

Selengkapnya...

2. Instruksi Kapolri Soal Potong Kepala, Kapolda Metro: Saya Blender Sekalian

Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran angkat bicara perihal arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menyebut "tidak bisa bersihkan ekor, kepala akan dipotong". Fadil bahkan mempertegas bahwa bukan hanya dipotong, tapi juga dibelender.

"Saya bilang tadi sama Pak Dirlantas, Pak Kapolri sudah memerintahkan kalau tidak mau memotong ekornya yang busuk, kepalanya saya potong. Kalau saya, saya tambahkan, saya belender kepalanya sekalian yang busuk itu," kata Fadil di Jakarta, Sabtu (30/10/2021).

Untuk kalangan internal Polda Metro Jaya, dia menyebut pengawasan terhadap anggota akan ditingkatkan. Sanksi tegas kepada pimpinan yang tidak bisa menjaga dan membina anggota di lingkungan Polda Metro Jaya pun akan diberikan.

Dia meminta semua anggota Polda Metro Jaya memiliki tanggung jawab dalam menjaga nama baik institusi. Fadil pun meminta kepada semua pimpinan di Polda Metro Jaya untuk aktif dalam memberikan pembinaan kepada anggotanya.

Fadil menambahkan, jika ada anggota yang melakukan kesalahan dan disorot masyarakat, maka hal itu salah satunya disebabkan karena pimpinan yang abai dalam membina anggota.

Selengkapnya...

3. Golkar: Bila Presiden Usulkan KSAD Jadi Panglima, Komisi I Akan Dukung 100 Persen

KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa memberi keterangan pers terkait taruna Akademi Militer (Akmil) Enzo Zenz Allie di Mabes AD, Jakarta, Selasa (13/8/2019). Menurut Andika, Enzo berpegang teguh kepada Pancasila. (Liputan6 com/Angga Yuniar)
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa memberi keterangan pers terkait taruna Akademi Militer (Akmil) Enzo Zenz Allie di Mabes AD, Jakarta, Selasa (13/8/2019). Menurut Andika, Enzo berpegang teguh kepada Pancasila. (Liputan6 com/Angga Yuniar)

Kehadiran Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa untuk melepas keberangkatan Presiden Joko Widodo atau Jokowi kunjungan kerja ke Eropa menimbulkan spekulasi bahwa Jenderal Andika Perkasa yang akan terpilih menjadi Panglima TNI.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar, Bobby Rizaldi menyatakan selama SurPres tentang panglima belum dikirimkan ke DPR, semua Kepala Staf TNI masih berpeluang menjadi panglima.

"Kami di Komisi 1 tetap obyektif selama belum ada surpres ke DPR, semua Ka Staff memiliki peluang yang sama menjadi Panglima TNI stelah pak Hadi pensiun. Kehadiran KSAD di event bersama Presiden, tidak perlu dijadikan spekulasi bahwa peluang menjadi Panglima TNI lebih besar dari Ka staff lain," kata Bobby saat dikonfirmasi, Sabtu (30/10/2021).

Meski demikian, apabila benar nantinya Presiden Jokowi mengusulkan KSAD Andika, Bobby mengklaim Komisi I pasti akan mendukung hal tersebut.

"Bila pak Andika yang diusulkan bapak Presiden, saya yakin komisi 1 akan 100% mendukung," katanya.

Selengkapnya...

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel