Top 3 News: Cerita Sedih Josua Hutagalung yang Kejatuhan Meteorit Rp 26 M

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Cerita seorang warga Tapanuli Tengah, Sumatera Utara yang kejatuhan benda luar angkasa berupa meteor sempat menghebohkan publik Tanah Air pada tahun 2020 lalu. Bagaimana tidak, Josua Hutagalung dikabarkan mendadak jadi miliarder karenanya.

Adalah media luar negeri seperti Dailymail dan The Sun yang mengembuskan kabar bahwa Joshua Hutagalung saat itu telah menjadi seorang miliarder. Lantaran harga jual meteorit tersebut senilai Rp 26 miliar.

Ada pun berat meteorit yang jatuh di kediaman Joshua seberat 1,8 kilogram. Namun, apa yang diberitakan, tak sesuai dengan apa yang didapatkan. Pria yang berprofesi sebagai pembuat peti mati tersebut hanya mendapatkan Rp 200 juta yang dia jual kepada Jared Collins, orang Amerika Serikat.

Berita terpopuler kedua terkait perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh wilayah Indonesia. Perpanjangan ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan Covid-19 menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang.

IDI pun menyambut baik kebijakan tersebut, mengingat setiap memasuki liburan kerap terjadi lonjakan kasus positif. PPKM level 3 akan dimulai terhitung 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2021.

Dari dugaan kasus terorisme di Tanah Air, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror belum lama ini mengamankan tiga terduga teroris yang dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI) di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Salah satu terduga teroris bahkan diberitakan merupakan anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), yaitu Ahmad Zain An Najah.

Lantas, apa tanggapan MUI terkait hal ini?

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Jumat, 19 November 2021:

1. Kisah Malang Josua Hutagalung yang Kejatuhan Meteorit Senilai Rp 26 M, Hanya Dapat Rp 214 Juta

(Foto: Behind The Scenes 24 News) Kepingan batu meteorit Tissint Martian.
(Foto: Behind The Scenes 24 News) Kepingan batu meteorit Tissint Martian.

Josua Hutagalung, pria asal Kolang, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara yang kejatuhan meteorit di rumahnya dan dikabarkan mendadak jadi miliarder.

Namun rupanya, ada cerita sedih di balik penemuan meteorit oleh Josua di rumahnya itu. Sebelumnya, ia dikabarkan mendapatkan uang Rp 26 miliar dari hasil penjualan meteorit tersebut.

Kabar itu diembuskan media luar negeri, seperti Dailymail dan The Sun. Kedua media tersebut berasal dari Inggris.

Tetapi sayangnya, kabar tersebut tak sepenuhnya tepat. Josua hanya menerima pembayaran Rp 200 juta dari menjual meteorit seberat 1,8 kg itu.

Josua pun mengaku terkejut ketika media Inggris menyebutnya sebagai orang kaya baru setelah batu meteor yang menimpa rumahnya pada Agustus 2020 lalu dihargai 757 poundsterling (Rp 14,1 juta) per gram di sebuah situs jual-beli online.

Artinya, harga batu meteorit yang dijual Josua tersebut bisa mencapai hampir 1,4 juta poundsterling atau setara dengan Rp 26 miliar.

Selengkapnya...

2. PPKM Level 3 Saat Libur Nataru, Disiplin Tak Boleh Kendor

Penumpang menunggu kereta saat jam pulang kantor, Jakarta, Rabu (17/11/2021). Pemerintah menyatakan status level PPKM di luar Jawa Bali tidak berubah dan masih mengkaji soal penanganan COVID-19 menjelang libur Natal dan Tahun Baru. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Penumpang menunggu kereta saat jam pulang kantor, Jakarta, Rabu (17/11/2021). Pemerintah menyatakan status level PPKM di luar Jawa Bali tidak berubah dan masih mengkaji soal penanganan COVID-19 menjelang libur Natal dan Tahun Baru. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pada saat libur Natal dan tahun baru (Nataru), Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh wilayah Indonesia mulai 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2021 harus dijalankan dengan disiplin.

"Mohon pengertian dan kerja sama masyarakat untuk bisa menjalankan kebijakan ini dengan disiplin. Tentu kita semua berharap kondisi bisa segera normal," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Kajian dan Konsultasi Pembangunan Kesehatan (LK2PK) Ardiansyah Bahar dalam keterangannya yang ditulis, Jumat (19 /11/2021).

Ardiansyah juga meminta masyarakat membatasi diri untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 hingga pandemi benar-benar berakhir.

"Semoga saja dengan kedisiplinan kita saat ini, di tahun depan kita bisa kembali hidup normal," tuturnya.

Ardiansyah menyakini pemerintah sudah memperhitungkan secara matang dalam merencanakan menerapkan kebijakan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia mulai 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2021 itu.

Selengkapnya...

3. HEADLINE: Penangkapan Terduga Teroris Ahmad Zain Najah, Internal MUI Kecolongan?

Ilustrasi – Polisi berjaga usai penangkapan terduga teroris di Karanglewas, Banyumas. (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Ilustrasi – Polisi berjaga usai penangkapan terduga teroris di Karanglewas, Banyumas. (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali menangkap tiga terduga teroris dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI) di wilayah Bekasi, Jawa Barat, Kamis 16 November 2021 dini hari. Tiga terduga teroris yang ditangkap yakni Ahmad Zain An Najah, Anung Al Hamat dan Farid Okbah.

Belakangan diketahui, Ahmad Zain An Najah ternyata anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tak hanya di MUI dia punya posisi mentereng, polisi menduga, Ahmad Zain An Najah merupakan Dewan Syuro Jamaah Islamiyah dan Ketua Dewan Syariah LAZ BM Abdurrahma Bin Auf.

Bisa dipastikan bahwa dugaan keterlibatan yang bersangkutan di jaringan JI bukan atas nama lembaga. Namun, pertanyaan tentang dugaan bisa masuknya terduga teroris ke tubuh MUI tak bisa dihindari. Termasuk soal latar belakang ketiga tersangka.

Menurut pengamat terorisme Al Chaedar, kedekatan di antara para terduga terorisme itu sebenarnya sudah bisa ditebak. Sejak lama, Ahmad Zain dan Farid Okbah punya kedekatan di Jamaah Islamiyah.

"Setahu saya Pak Zain dan Pak Farid Okbah ini memiliki kedekatan dengan JI, karena pernah 10 tahun berada di Afghanistan ikut berjihad mengusir penjajahan Soviet. Tapi idelogi mereka berbeda, satu wahabi salafi dan satunya wahabi jihadi, kalau ISIS wahabi takfiri," jelas Al Chaedar kepada Liputan6.com, Kamis (18/11/2021).

Terkait masuknya sosok terduga teroris ke tubuh MUI, dia mengaku tidak heran.

Selengkapnya...

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel