Top 3 News: Cuaca Buruk, Kapal Kargo Tenggelam Dihantam Gelombang Tinggi 3 Meter

Liputan6.com, Jakarta Top 3 news hari ini sebuah kapal kargo KM EL No 2 dihantam ombak setinggi 3 meter di wilayah perairan Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung.

Menurut Petugas Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas IV Tanjung Pandan, Fadli, kapal bermuatan bahan bangunan tersebut dihantam gelombang akibat kondisi cuaca buruk, pada Minggu pagi, 12 Januari kemarin.

Berita kedua lainnya yang banyak menarik perhatian di kanal News Liputan6.com adalah kondisi Jalan Daan Mogot yang ambles.

Amblesnya jalan yang berada tepat di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) SDN Tanah Tinggi ini diduga akibat curah hujan yang tinggi. Jalan tersebut merupakan jalan penghubung ke Jakarta. Warga pun diimbau untuk mencari alternatif lain dari Kota Tangerang arah ke Jakarta dan sebaliknya.

Berita lainnya yang juga terpopuler di kalangan pembaca Liputan6.com adalah terkait masuknya kapal ikan China di perairan Natuna. 

Klaim China atas Natuna berawal saat kapal ikan China masuk ke Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia. Terkait hal ini Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan tegas menyatakan menolak klaim China atau Tiongkok terhadap wilayah Natuna.

Sementara itu, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menduga, nelayan China yang selama ini mengambil ikan-ikan di Natuna Utara adalah militer yang menyamar. 

Berikut berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Minggu, 12 Januari 2020:

1. Dihantam Ombak Setinggi 3 Meter, Kapal Kargo Tenggelam di Perairan Belitung

Ilustrasi Kapal Tenggelam

Sebuah kapal kargo KM EL No 2 yang berlayar dari pelabuhan Sunda Kelapa ke Pontianak, Kalimantan Barat tenggelam di wilayah perairan Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Minggu (12/1/2020) pagi.

Kapal tenggelam setelah dihantam ombak setinggi 3 meter akibat cuaca buruk. 14 anak buah kapal (ABK) dinyatakan selamat dalam peristiwa itu. 

"Kapal tersebut diperkirakan bocor di haluan karena posisi tenggelamnya menungging, apalagi muatan semen, besi, dan material lainnya, jadi berat dan cepat tenggelam," ujar Petugas Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas IV Tanjung Pandan, Fadli seperti dilansir Antara, Minggu, 12 Januari kemarin.

KM EL No 2 bermuatan bahan bangunan seperti semen, besi, dan material lainnya tenggelam di posisi koordinat 03°03'079"S - 107 28'043" E.

 

Selengkapnya...

 

2. Jalan Daan Mogot Penghubung Tangerang-Jakarta Ambles

Ilustrasi jalan raya. (dok. pexels.com/@itatitapia)

Ruas jalan di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) SDN Inpres Tanah Tinggi Jalan Daan Mogot, Tangerang ambles. Jalan tersebut merupakan penghubung ke Jakarta.

Jalan yang menghubungkan Provinsi Banten dengan DKI Jakarta tersebut ambles dengan kedalaman 2,5 meter dan lebar lebih dari 2 meter.

"Segera lakukan perbaikan sementara sambil menunggu perbaikan dari Kementerian PUPR karena ini masuk jalan nasional. Lalu lintas jalan ini sangat padat, bahaya kalau tidak segera diperbaiki," kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dikutip dari Antara, Minggu (12/1/2020).

Arief juga menginstruksikan Dinas Perhubungan Kota Tangerang agar berkoordinasi dengan Polres untuk penutupan jalan sementara dan melakukan rekayasa lalu lintas.

 

Selengkapnya...

3. Akademisi Curiga Militer China Menyamar Jadi Nelayan di Laut Natuna

Anggota Tim 9, Hikmahanto Juwana mendatangi Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/2/2015). Kedatangan Tim 9 untuk membahas permasalahan antara KPK dan Polri. (Liputan6.com/Faisal R Syam)

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana curiga bukan nelayan yang diterjunkan pemerintah China di Laut Natuna Utara.

"Saya tidak tahu (China) meminta nelayannya, atau jangan-jangan ini nelayan-nelayanan, tetapi sebenarnya orang yang dibayari oleh Pemerintah China," ujar Hikmahanto dalam diskusi Pantang Keok Hadapi Tiongkok di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (12/1/2020).

Hikmahanto menduga, nelayan China yang selama ini mengambil ikan-ikan di Natuna Utara justru militer yang menyamar. Namun menurut dia, hal itu perlu diverfikasi lagi.

 

Selengkapnya...

Saksikan video pilihan di bawah ini: