Top 3 News: Komunikasi Terakhir Kapal Selam KRI Nanggala 402 sebelum Hilang Kontak

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono angkat bicara terkait hilangnya kapal selam KRI Nanggala 402 di perairan utara Bali, Rabu pagi, 21 April kemarin.

Menurutnya, kapal KRI Nanggala 402 masih dalam kondisi prima saat mengikuti latihan menembak torpedo sebelum akhirnya dinyatakan hilang kontak, pada pukul 04.25 waktu setempat.

KSAL pun menyakini kapal produksi Jerman tersebut masih sangat layak dan dalam kondisi siap tempur karena kerap melakukan peremajaan. Berita ini menjadi terpopuler pertama di top 3 news, Jumat, 23 April 2021.

Berita terpopuler lainnya terkait eksodus 129 warna negara India ke Tanah Air lewat Bandara Soekarno Hatta (Soetta), pada Rabu, 21 April kemarin.

Diperkirakan angka tersebut akan bertambah, karena pada Jumat, 23 April dilaporkan ada WN India yang tengah dalam perjalanan ke Tanah Air. Mereka diduga menggunakan pesawat carter yang langsung terbang dari India menuju Indonesia.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah menghadapi kedatangan WN India yang lebih besar, mulai Minggu 25 April 2021, mereka dilarang masuk ke Indonesia. Seperti diketahui, kasus pandemi Covid-19 di India kini tengah melonjak.

Kondisi ini yang dikhawatirkan pemerintah akan potensi penyebaran virus Corona. Belakangan diketahui, dari 129 warga India tersebut, 12 di antaranya telah dinyatakan positif Covid-19 melalui tes Whole Genome Sequencing.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Jumat, 23 April 2021

1. 4 Hal Terkini soal Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang Hilang Kontak di Bali

Foto tak bertanggal yang dirilis 21 April 2021 menunjukkan kapal selam KRI Nanggala 402 berangkat dari pangkalan angkatan laut di Surabaya. Ada sebanyak 53 kru yang ikut dalam pelatihan di Kapal selam KRI Nanggala-402 dari jajaran Armada II Surabaya tersebut. (Handout/Indonesia Military/AFP)
Foto tak bertanggal yang dirilis 21 April 2021 menunjukkan kapal selam KRI Nanggala 402 berangkat dari pangkalan angkatan laut di Surabaya. Ada sebanyak 53 kru yang ikut dalam pelatihan di Kapal selam KRI Nanggala-402 dari jajaran Armada II Surabaya tersebut. (Handout/Indonesia Military/AFP)

Kapal selam KRI Nanggala-402 yang membawa 53 awak dilaporkan hilang kontak di perairan Bali, Rabu, 21 April kemarin.

Sebelum dinyatakan hilang kontak, komunikasi terakhir dilakukan saat ada perintah untuk meluncurkan torpedo pada pukul 04.25 waktu setempat. Hilangnya kapal selam Nanggala membuat Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono angkat bicara.

Yudo meyakini kapal yang tengah melakukan latihan penembakan senjata strategis itu masih dalam kondisi prima karena kerap dilakukan peremajaan.

Dia pun menyikapi terkait temuan tumpahan minyak di posisi awal kapal selam KRI Nanggala-402 saat menyelam. Pertama bisa terjadi kebocoran, sedangkan kemungkinan kedua segala cairan di dalam kapal memang sengaja dibuang.

Selengkapnya...

2. KKP Bandara Soetta: WN India yang Eksodus ke Indonesia Gunakan Pesawat Charter

Suasana sepi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (11/5/2020). Beberapa maskapai mulai membuka layanan penerbangan setelah Kementerian Perhubungan kembali membuka izin layanan transportasi umum pada Kamis lalu. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Suasana sepi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (11/5/2020). Beberapa maskapai mulai membuka layanan penerbangan setelah Kementerian Perhubungan kembali membuka izin layanan transportasi umum pada Kamis lalu. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebanyak 117 WN India yang tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), diduga mencarter atau menyewa pesawat yang langsung terbang dari India menuju Indonesia.

"Iya, kemarin itu pesawat charter," ungkap Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Internasional Soekarno Hatta, dr Darmawali Handoko, saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (23/4/2021).

Namun, lanjutnya, bukan berarti penerbangan dari India tidak ada sama sekali. Melainkan yang harus diwaspadai adalah, penerbangan dari India yang transit lebih dulu sebelum tiba di Indonesia.

Makanya, KKP Bandara Internasional Soekarno Hatta sangat memperketat WN India yang tiba. Seperti berkordinasi dengan maskapai serta Imigrasi, bilamana pesawat charter kembali akan tiba.

WNI atau WNA yang datang dari India juga harus membawa hasil pemeriksaan Swab PCR, dengan hasil negatif yang berlaku 3 x 24 jam saat keberangkatan dari India.

Selengkapnya...

3. 7 Kabar Terkini Eksodus Ratusan WN India ke Indonesia

Calon penumpang berjalan di Terminal 3 Bandara-Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (22/12/2019). Manajemen Bandara Soekarno-Hatta menyiapkan 478 pesawat ekstra untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat mudik libur Natal dan Tahun Baru. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Calon penumpang berjalan di Terminal 3 Bandara-Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (22/12/2019). Manajemen Bandara Soekarno-Hatta menyiapkan 478 pesawat ekstra untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat mudik libur Natal dan Tahun Baru. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dilaporkan ada 129 warga negara asing (WNA) dari India yang masuk ke Indonesia lewat Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Rabu, 21 April 2021. Dan diperkirakan jumlah tersebut bakal bertambah, karena pada hari ini ada yang sedang dalam perjalanan.

Sementara itu, Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI dr Benget Saragih, M.Epid mengatakan, warga India yang masuk ke Tanah Air itu terdiri dari berbagai usia dan jenis kelamin dengan berbagai lokasi tujuan di Indonesia.

"Tidak hanya usia pekerja, ibu-ibu dan anak-anak juga ada," ujar Benget saat dihubungi Liputan6.com, Kamis, 22 April 2021.

Dikatakan Batam, menjadi kota tujuan terbanyak dari para WN India yang masuk melalui bandara Soetta itu.

Selengkapnya...

Saksikan video pilihan di bawah ini: