Top 3 News: Sederet Perempuan di Pusaran Kasus Suap Edhy Prabowo

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Top 3 news hari ini, ada sejumlah perempuan diduga ikut terseret dalam kasus suap ekspor benih lobster (benur) yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Selain sang istri, belakangan diketahui ketiga wanita tersebut adalah sekretaris pribadi, pemain bulu tangkis, dan seorang biduan bernama Betty Elista.

Dugaan ketiganya ikut merasakan uang hasil korupsi yang dilakukan Edhy Prabowo menguat usai mantan Menteri Kelautan ini mengaku memberikan sejumlah uang bahkan fasilitas berupa mobil hingga apartemen kepada mereka.

Dari Jakarta beralih ke Papua. Berita terpopuler lainnya dari Provinsi paling timur ini terkait tewasnya warga sipil yang diduga dilakukan oleh TNI di Kabupaten Intan Jaya.

Menurut laporan yang diterima seorang warga, sebelum Janius Bagau, Soni Bagau, dan Justinus Bagau meregang nyawa, ketiganya terlebih dulu diinterogasi dan diduga mendapat tindakan penyiksaan oleh aparat. Dia pun mengatakan bahwa ketiganya bukan bagian dari Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) seperti yang dituduhkan TNI.

Terkait hal itu, belakangan Kapen Kogabwilhan III Kolonel CZI IGN Suriastawa ikut buka suara. Tindakan tegas aparat dilakukan lantaran ada upaya untuk merampas senjata milik anggota saat berada di Puskesmas Sugapa, Intan Jaya, Papua, Senin, 15 Februari 2021.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Sabtu, 20 Maret 2021:

1. HEADLINE: Sederet Perempuan di Pusaran Kasus Benur Edhy Prabowo, Cuci Uang Pasif Mengancam?

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK Jakarta, Senin (4/1/2021). Edhy kembali diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap penetapan calon eksportir benih lobster. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK Jakarta, Senin (4/1/2021). Edhy kembali diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap penetapan calon eksportir benih lobster. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Kasus korupsi perizinan ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyeret sejumlah perempuan yang diduga terkait mantan Menteri KKP Edhy Prabowo. Hal tersebut terungkap dalam pemeriksaan komisi antirasuah beberapa waktu lalu.

Selain istri Edhy Prabowo, Iis Rosita Dewi, mantan sekretaris pribadi, pebulutangkis wanita hingga biduan ikut diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepada para wanita ini, Edhy Prabowo diduga mengalirkan hasil korupsi dalam bentuk uang, apartemen dan mobil.

Edhy Prabowo, mengaku telah membiayai sewa apartemen untuk 3 sekretaris pribadi (sespri) wanita, yaitu Fidya Yusri, Putri Elok dan Anggia Tesalonika Kloer. Bahkan Anggia Kloer juga mendapatkan fasilitas mobil mewah saat bekerja dengan Edhy Prabowo sebagai sespri. Mobil mewah yang digunakan Anggia Kloer bermerk Honda HRV dengan kelir hitam.

Belakangan KPK menemukan dana hasil korupsi juga mengalir ke biduan bernama Betty Elista. KPK menduga, Betty Elista menjadi salah satu pihak yang turut kecipratan aliran uang dari Edhy yang diduga dikumpulkan dari para eksportir yang mendapat izin ekspor benur.

Selengkapnya...

2. Kronologi Versi Masyarakat Papua Soal Tewasnya 3 Warga Sipil Diduga oleh TNI di Intan Jaya

Ilustrasi Penembakan.
Ilustrasi Penembakan.

Tiga orang warga sipil di Kabupaten Intan Jaya, Papua, meregang nyawa, pada 15 Februari 2021. Janius Bagau, Soni Bagau, dan Justinus Bagau diduga ditembak oleh anggota TNI di Puskesmas Bilogai.

Hal ini diungkap oleh Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Timika, Saul Wanimbo dalam diskusi daring bertema Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Intan Jaya dan diselenggarakan oleh Jubi.co.id dan hakasasi.id, Sabtu (20/3/2021).

"Janius diperintahkan kumpul di halaman gereja, bersama masyarakat lainnya. Aparat bertanya apakah lihat ada orang pakai motor yang tembak anggotanya Prada Ginanjar Arianda yang tewas saat sedang membersihkan halaman tempat tinggalnya," kata Saul.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, kronologi kematian Janius, satu dari tiga warga Papua tersebut sungguh tragis. Saat ada introgasi pengumpulan massa oleh aparat, Janius memilih untuk melarikan diri.

Namun, atas dasar tanggung jawabnya sebagai calon kepala desa, dia pun membatalkan niat untuk terus bersembunyi.

"Namun saat kembali, dia malah dibentak 6 aparat bersenjata lengkap, mereka panggil dia dan suruh angkat tangan," ungkap Saul.

Selengkapnya...

3. Kapolda Metro Ingatkan Tak Ada Lagi Anggota Kawal Pesepeda, Moge, Mobil Mewah

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat meluncurkan program Kampung Tangguh Jaya di Cengkareng, Jakarta Barat. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat meluncurkan program Kampung Tangguh Jaya di Cengkareng, Jakarta Barat. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengingatkan kembali kepada seluruh anggota agar tidak ada lagi yang memberikan pengawalan ke kelompok atau komunitas tertentu. Termasuk rombongan pengendara mobil mewah, motor gede atau moge, hingga pesepeda.

"Mari kita membangun tradisi baru, di mana polri betul-betul berdiri, ada untuk semua masyarakat, bukan untuk golongan tertentu," tutur Fadil di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (20/3/2021).

Menurut Fadil, perlakuan tersebut menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat. Silahkan para pemilik hobi berkendara dapat menyalurkan minatnya sesuai aturan yang berlaku di jalan.

"Saya tidak ingin Kasubdit, Pamwal, ada anggotanya mengawal pesepeda-pesepeda di jalan raya sehingga menjadikan prioritas dan menghambat pengguna jalan lainnya. saya ini juga hobi bersepeda, tapi saya bersepeda di tempat yang benar-benar untuk bersepeda," jelas dia.

Fadil kemudian meminta Ditlantas Polda Metro Jaya untuk menentukan titik lokasi jalan yang tepat untuk para pesepeda menyalurkan hobinya. Dia mengingatkan tidak semua jalur dapat dapat digunakan untuk bersepeda masal.

Selengkapnya...

Saksikan video pilihan di bawah ini: