Top 3 News: Survei di Posisi Teratas, Anies Berpeluang Besar Jadi Capres

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Menurut hasil survei yang dikeluarkan Indikator Politik Indonesia, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi kandidat kuat dalam Pilpres 2024. Berita ini terpopuler pertama di top 3 news, Sabtu, 27 Maret 2021.

Disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada posisi kedua dan ketiga. Meski dikatakan masih prematur, menurut pengamat politik Yusuf Wibisono, Anies memiliki peluang besar untuk diusung jadi calon presiden mendatang.

Kepemimpinan Anies Baswedan mempimpin Ibu Kota dinilai telah teruji. Bahkan hasil kerjanya mendapat sorotan lebih dari banyak kaum muda atau milenial.

Berita terpopuler lainnya terkait laporan sejumlah orangtua siswa SMP dan SMA Bintara Depok melaporkan pihak sekolah atas dugaan penggelapan dana study tour ke Polresta Depok.

Rencana study tour yang gagal akibat pandemi, namun uang yang diberikan ke pihak sekolah sebagai pelunasan, sebagian belum dikembalikan. Atas laporan tersebut, pihak sekolah belum memberikan komentar dan menyerahkan ke kuasa hukumnya.

Sementara itu, larangan untuk mudik Lebaran tahun ini juga tak kalah menuai sorotan. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan, larangan mudik tersebut berlaku untuk semua orang tanpa terkecuali.

Pelarangan mudik Lebaran akan dimulai pada 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Sabtu, 27 Maret 2021:

1. Peluang Anies Baswedan Diusung Jadi Calon Presiden 2024 Dinilai Sangat Besar

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan | instagram.com/aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan | instagram.com/aniesbaswedan

Pengamat Politik Yusuf Wibisono angka suara terkait hasil survei yang menempatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di posisi teratas untuk jadi kandidat calon presiden dalam pemilihan presiden (Pilres) 2024 mendatang.

Menurut Yusuf, saat ini hal tersebut dinilai masih sangat premature dan tidak bisa dijadikan patokan bahwa Anies bisa mudah untuk menang dalam pemilihan presiden.

"Sebenarnya hasil survei yang dikeluarkan oleh indikator masih sangat prematur, terlalu dini untuk kita menilai apakah Anies benar-benar mengungguli nama lain. Tidak bisa kita jadikan patokan karena 2024 masih lama," Kata Yusuf dalam keterangannya, Kamis (25/3/2021).

Dia bahkan menilai, tokoh-tokoh lain seperti Ganjar Pranomo, Ridwan Kamil, dan Sandiaga Uno secara kualitas sebenarnya sama dengan Anies.

Yusuf menyebut ketiga sosok tersebut telah teruji kualitasnya dengan memimpin di daerah. Sementara, Anies menurutnya diuntungkan karena memimpin Jakarta sebagai Ibu Kota dimana menjadi magnet isu sentral.

Selengkapnya...

2. Orang Tua Siswa Laporkan Sekolah di Depok Soal Dugaan Penggelapan Dana Study Tour

Orang tua siswa bersama kuasa hukum Herman Dionne melaporkan sekolah di Depok ke polisi atas dugaan penggelapan dana study tour. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)
Orang tua siswa bersama kuasa hukum Herman Dionne melaporkan sekolah di Depok ke polisi atas dugaan penggelapan dana study tour. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Setelah sempat diminta melengkapi berkas laporan, akhirnya orang tua siswa SMP dan SMA Bintara resmi melaporkan sekolah di bawah naungan Yayasan Pendidikan Bina Taruna Bangsa, ke Polres Metro Depok. Laporan terkait dugaan penggelapan dana study tour.

“Hari ini LP sudah diterima dan telah resmi menjadi LP, saya mendampingi beberapa orang tua wali murid siswa SMP dan SMA Bintara, terkait dugaan penggelapan dana study tour,” ujar Kuasa hukum orang tua siswa, Herman Dionne, Jumat (26/3/2021).

Pada laporan polisi tertuang dengan nomor: STPLP/568/K/III/2021/PMJ/ Restro Depok. Pada laporan tersebut dugaan pasal yang dituangkan yakni Pasal 372 KUHP.

Salah satu orang tua siswa, Eva Roma mengatakan, telah memberikan uang sebesar Rp 3 juta untuk pelunasan biaya study tour. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan dari yayasan dan sekolah soal uang tersebut.

Selengkapnya...

3. 7 Fakta Soal Larangan Mudik Lebaran 2021

Kendaraan pemudik melintas di ruas jalan tol Batang - Semarang, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2019). Memasuki H-3 Lebaran, kepolisian dan pengelola jalan tol masih memberlakukan jalan tol satu arah (One Way) dari Jakarta menuju Semarang yang terpantau ramai lancar. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Kendaraan pemudik melintas di ruas jalan tol Batang - Semarang, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2019). Memasuki H-3 Lebaran, kepolisian dan pengelola jalan tol masih memberlakukan jalan tol satu arah (One Way) dari Jakarta menuju Semarang yang terpantau ramai lancar. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran 2021. Aturan ini disampaikan langsung Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy.

"Ditetapkan tahun 2021 mudik ditiadakan, berlaku untuk seluruh ASN, TNI, Polri, BUMN, swasta maupun pekerja mandiri juga seluruh masyarakat," ujar Muhadjir dalam konpers daring, Jumat, 26 Maret 2021.

Dijelaskan Muhadjir, larangan mudik Lebaran itu berlaku pada 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Namun dia menegaskan, baik sebelum dan sesudah tanggal tersebut, masyarakat tetap diimbau tidak bepergian.

Pelarangan mudik Lebaran 2021 ini menurut Muhadjir demi mendukung program vaksinasi Covid-19 yang masih berlangsung.

"Sehingga vaksinasi bisa menghasilkan kesehatan maksimal. Aturan yang menunjang akan diatur kementerian terkait," tegas Muhadjir.

Selengkapnya...

Saksikan video pilihan di bawah ini: