Top 3 News: Terkuak Pengunduran Diri Effendi Gazali sebagai Guru Besar

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Effendi Gazali telah menyatakan mengundurkan diri sebagai dosen dan guru besar di Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Prof Dr Moestopo Beragama.

Pengunduran diri tersebut lantaran dirinya menduga ada framing yang dilakukan sejumlah awak media hingga terkesan ikut menyeretnya dalam pusaran kasus Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19. Berita ini terpopuler pertama di top 3 news, Jumat, 3 April 2021.

Salah satu yang disinggungnya terkait BAP. Di sana disebutkan bahwa Effendi Gazali mendapatkan 162.250 kuota bansos.

Sederet kasus terorisme yang terjadi di Tanah Air juga tak kalah menuai sorotan publik. Salah satunya penggeledahan yang dilakukan Densus 88 belum lama ini di sebuah pesantren daerah Sleman, Jawa Tengah.

Pada Jumat malam, 2 April kemarin, puluhan laptop hingga anak panah berhasil diamankan dari lokasi tersebut. Anak pendiri Ponpes Ibnu Qoyyil, M Najib Hisyam mengatakan, ruangan yang digeledah Densus 88 adalah ruangan sang adik yang merupakan direktur Ponpes berikut rumah dinasnya.

Dari kasus terorisme, aksi koboi jalanan yang dilakukan pengemudi Toyota Fortuber belum lama ini ikut menyita banyak perhatian pembaca Liputan6.com. MFA kini telah berstatus tersangka terkait penggunaan senjata berjenis Airsoft Gun yang digunakannya saat ditodongkan ke pengendara lain di ruas jalan Duren Sawit, Jakarta Timur.

MFA sebelumnya diamankan di parkiran sebuah mal di Jakarta Selatan usai polisi mendapatkan informasi dari orangtua tersangka.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Sabtu, 3 April 2021:

1. Alasan Effendi Gazali Mengundurkan Diri Sebagai Pengajar dan Guru Besar

Pakar Komunikasi Politik, Effendi Gazali bersiap meninggalkan Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan, Jakarta, Kamis (25/3/2021). Effendi Gazali diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengadaan Bantuan Sosial untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Pakar Komunikasi Politik, Effendi Gazali bersiap meninggalkan Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan, Jakarta, Kamis (25/3/2021). Effendi Gazali diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengadaan Bantuan Sosial untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Peneliti Komunikasi Politik, Effendi Gazali, akhirnya memutuskan mengundurkan diri sebagai pengajar dan guru besar. Sebelumnya Effendi Gazali menyampaikan hal tersebut pada kanal YouTube Refly Harun.

"Itu karena saya merasa kecewa dengan praktik jurnalistik yang kebetulan ditargetkan menimpa diri saya. Padahal saya sudah mengajar jurnalistik dan komunikasi amat lama," tuturnya pada Liputan6.com.

Menurut Effendi, ada ribuan orang yang dipanggil sebagai saksi oleh KPK. Tapi mereka diberitakan biasa saja apa adanya. Namun dirinya betul-betul di-framing beberapa wartawan sebagai "penjahat yang terlibat" dengan tujuan merusak nama dan reputasi.

Effendi menuturkan 4 alasan kekecewaannya. Pertama, soal BAP yang menyebutkan dia mendapat 162.250 kuota bansos.

Kedua, soal kabar bahwa dia merekomendasikan bansos yang jumlahnya Rp 48 miliar.

Selengkapnya...

2. Pesantren di Sleman Digeledah Densus 88, Laptop hingga Anak Panah Disita

Mata terduga teroris ditutup saat digiring anggota Densus 88 Antiteror setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (18/3/2021). Polri memindahkan 22 terduga teroris jaringan kelompok Jamaah Islamiyah (JI) dari Jawa Timur ke Jakarta. (merdeka.com/Imam Buhori)
Mata terduga teroris ditutup saat digiring anggota Densus 88 Antiteror setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (18/3/2021). Polri memindahkan 22 terduga teroris jaringan kelompok Jamaah Islamiyah (JI) dari Jawa Timur ke Jakarta. (merdeka.com/Imam Buhori)

Densus 88 menggeledah Pondok Pesantren Putri Ibnu Qoyyil di Dusun Gandu, Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, DIY, Jumat (2/4/2021) malam. Komputer, buku, busur dan anak panah disita.

Pengasuh sekaligus anak pendiri Ponpes Ibnu Qoyyil, M Najib Hisyam, mengakui adanya penggeledahan yang dilakukan Densus 88. Hanya saja Najib mengaku tak tahu banyak tentang kejadian itu.

Najib menjelaskan adiknya berada di lokasi saat penggeledahan berlangsung. Sementara suaminya yang berinisial RAS tidak nampak. Najib menuturkan terakhir kali bertemu iparnya itu saat salat asar.

"Tadi waktu saya mengimami salat asar masih ada (RAS). Setelah itu saya mengimami salat magrib sudah nggak ada," tutur Najib.

Najib menerangkan jika RAS aslinya adalah warga Bantul. Dia mengajar di Ponpes Ibnu Qoyyil dan aktif menjadi pembicara di forum pengajian.

Selengkapnya...

3. 5 Fakta Aksi Pengemudi Fortuner Berlagak Koboi Jalanan di Duren Sawit

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat konferensi pers penangkapan drummer band J-Rocks Anton Rudi Kelces di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (22/8/2020). Anton J-Rocks ditangkap atas kepemilikan ganja di kediamannya, Serpong. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat konferensi pers penangkapan drummer band J-Rocks Anton Rudi Kelces di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (22/8/2020). Anton J-Rocks ditangkap atas kepemilikan ganja di kediamannya, Serpong. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Aksi pengemudi Toyota Fortuner yang mengacungkan senjata bak koboi jalanan di Duren Sawit, Jakarta Timur, viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, sambil memegang senjata, pengemudi mobil bernomor polisi B 1673 tersebut nampak meninggikan suaranya pada pengendara lain.

Dan belum lama ini, Polda Metro Jaya telah menetapkannya sebagai tersangka.

Sebelumnya, dalam rekaman berdurasi satu menit mempelihatkan pengemudi Toyota Fortuner terlibat cekcok dengan pengendara lain.

Dalam video yang beredar terlihat jelas pengemudi berkacamata memegang pistol sambil meninggikan suara ke lawan bicaranya.

Aksi pengemudi itu menyedot para pengguna jalan lain. Mereka sebagian besar mengecam tingkah pengemudi Toyota Fortuner yang dinilai bersikap arogan.

Selengkapnya...

Saksikan video pilihan di bawah ini: