Top 3: Obat Mujarab Krisis Ekonomi 2020

Liputan6.com, Jakarta - Karakteristik krisis ekonomi yang terjadi pada 2020 ini sangat berbeda dengan krisis ekonomi yang terjadi sebelumnya. Bahkan diperkirakan krisis ekonomi ini akan terjadi hingga tahun depan.

Kepala Ekonom Bank CIMB Niaga Adiran Panggabean mengatakan bahwa pandemi Corona menyerang ke seluruh negara di dunia. Untuk itu penanganan pandemi ini harus juga dilakukan secara bersama-sama.

Dia meyatakan, berdasarkan dari keterangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diperkirakan vaksin untuk menangani pandemi Covid-19 baru bisa ada 12-18 bulan ke depan.

Artikel mengenai penanganan krisis ekonomi global menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Senin (27/4/2020):

1. Vaksin Corona Jadi Satu-Satunya Obat Krisis Ekonomi Global 2020

Karakteristik krisis ekonomi yang terjadi pada 2020 ini sangat berbeda dengan krisis ekonomi yang terjadi sebelumnya. Bahkan diperkirakan krisis ekonomi ini akan terjadi hingga tahun depan atau hingga vaksin virus Corona Covid-19 ditemukan.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk, Adrian Panggabean mengakui butuh solusi global untuk mengatasi krisis ekonomi 2020 yang terjadi akibat pandemi Corona Covid-19. Apalagi, krisis ekonomi 2020 memiliki tiga dimensi besar yakni wabah penyakit, kebijakan sosio-politik untuk menekan penyebaran Covid-19 (social distancing dan phisical distancing) serta pengaruh negatif bagi perekonomian dunia.

"Krisis ekonomi global 2020 ini memiliki karakteristik yang berbeda jika dibandingkan krisis 1997-1998 maupun krisis ekonomi 2008," kata dia

Simak Artikel selengkapnya di sini

 

2. BCA Pangkas Bunga Kartu Kredit Jadi 2 Persen

Kartu ATM BCA Platinum (sumber: bca.co.id)

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menurunkan suku bunga kredit menjadi 2 persen. Penurunan bunga kartu kredit ini sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia (BI). Langkah ini guna meringankan nasabah di tengah pandemi Corona.

"Selain itu, BCA juga menyesuaian denda dan ketentuan pembayaran minimum guna membantu masyarakat yang terkena dampak pandemik COVID-19 serta pemulihan ekonomi nasional,” kata Executive Vice President Secretariat dan Corporate Communication BCA, Hera F Haryn.

Hingga saat ini, BCA terus berkoordinasi dengan regulator terkait, mengenai detail kebijakan tersebut. “Kami berharap proses ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Simak Artikel selengkapnya di sini

 

3. Kemenhub Gerak Cepat Evakuasi Korban Tenggelamnya Kapal Sumber Arum

Ilustrasi kapal tenggelam (AFP Photo)

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengerahkan Kapal Patroli KN. Chundamani-P.116 menuju lokasi tenggelamnya Kapal KM. Sumber Arum. Kapal patroli milik Pangkalan PLP Tanjung Perak Surabaya ini langsung bergegas menuju perairan Taboneo Banjarmasin.

“Berdasarkan laporan yang diterima, kami segera merespons cepat dan memimpin proses kegiatan operasi SAR menuju titik evakuasi korban dengan mengirimkan Kapal Patroli KN. Chundamani-P.116 yang langsung dipimpin oleh Komandan Kapal Capt. Eko Hadi Suyanto,” kata Kepala Pangkalan PLP Tanjung Perak Mulyadi, dalam keterangan tertulis, Minggu (26/4/2020).

Kapal KM. Sumber Arum bertolak dari Cekatan Kab. Pulau Pisang Kalimantan Tengah menuju Pamekasan Madura. Berdasarkan keterangan dari Nakhoda dan ABK kapal, musibah itu bermula ketika sekitar pukul 02.00 waktu setempat, kapal KM. Sumber Arum menabrak kayu balok dalam pelayarannya.

Simak Artikel selengkapnya di sini