Top 3: Pemerintah Bentuk LPI agar Tak Ketinggalan dari Malaysia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah berkomitmen untuk membentuk Sovereign Wealth Fund (SFW) atawa Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Rencana ini sejalan dengan agenda akbar terkait peningkatan investasi melalui Undang-Undang Cipta Kerja.

Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata menargetkan LPI bisa beroperasi pada awal 2021 mendatang. Adapun misinya memaksimalkan modal ditambah pembangunan ekonomi.

Isa menjelaskan, Lembaga Pengelola Investasi atau sovereign wealth fund (SWF) ini sudah dimiliki oleh Singapura dan Malaysia. Sebuah negara memang tidak aneh untuk memiliki SWF.

Artikel mengenai pembentukan LPI ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Kamis (2/12/2020):

1. Tak Ingin Ketinggalan dari Malaysia, Pemerintah Bentuk Lembaga Pengelola Investasi

Direktur Jenderal (Dirjen) Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata menjelaskan, Indonesia sangat memerlukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Beberapa negara lain sudah lebih dulu memiliki lembaga investasi semacam ini.

Isa menjelaskan, Lembaga Pengelola Investasi atau sovereign wealth fund (SWF) ini sudah dimiliki oleh Singapura dan Malaysia. Sebuah negara memang tidak aneh untuk memiliki SWF.

"SWF ini perlu dilakukan. Karena ini (SWF) juga bukan hal asing bagi dunia, bahkan Malaysia pun sudah memiliki SWF melalui apa yang dinamai Khazanah Nasional," jelas Isa dalam webinar Serap Aspirasi Undang-Undang Cipta Kerja Sektor Keuangan dan Investasi Pemerintah, Rabu (2/12/2020).

Simak artikel selengkapnya di sini.

2. Gegara Covid-19, Gaji Pilot Ini Dipotong 30 Persen dan Cuma Bisa Terbang 3 Bulan Sekali

Ilustrasi pilot. (dok. Avel Chuklanov/Unsplash/Adhita Diansyavira)
Ilustrasi pilot. (dok. Avel Chuklanov/Unsplash/Adhita Diansyavira)

Pandemi Corona Covid-19 masih menghantui sebagian besar penduduk Indonesia. Kepastian munculnya vaksin Corona Covid-19 masih dinanti oleh hampir semua orang terutama mereka yang mata pencahariannya terhantam keras dampak pandemi.

Seperti halnya Aditya Santosa, salah satu pilot yang mengabdi di salah satu maskapai nasional. Gegara pandemi Covid-19, pendapatannya tergerus dan produktivitasnya menurun.

"Benar-benar terasa itu ketika bulan Maret, dampaknya signifikan. Terasa sekali yang tadinya terbang 4-5 kali sebulan, sekarang mungkin 3 bulan sekali," ujar Adit dalam Dialog Rabu Utama Siang bertajuk Vaksin: Harapan Kembali Produktif, Rabu (2/12/2020).

Simak artikel selengkapnya di sini.

3. Harga Emas Melonjak Lebih dari 2 Persen

Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)
Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)

Harga emas melonjak lebih dari 2 persen pada hari Selasa, rebound dari level terendah lima bulan di sesi terakhir. Investor bertaruh dengan stimulus AS menambah daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi.

Dikutip dari CNBC, Rabu (2/12/2020), harga emas di pasar spot naik 2,1 persen menjadi USD 1,814,99 per ounce. Emas berjangka AS ditutup naik 2,1 persen menjadi USD 1,818,90.

Harga emas jatuh ke USD 1,764.29 pada hari Senin. Terendah sejak 2 Juli, didorong oleh serbuan ke aset berisiko.

Simak artikel selengkapnya di sini.