Top 3: Penyanyi Brasil Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Jadi Sorotan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Seorang penyanyi Brasil tewas dalam kecelakaan pesawat menuju negara bagian Minas Gerais. Diketahui, kecelakaan tersebut terjadi ketika ia hendak menyelenggarakan pertunjukan di sana.

Berita ini pun menjadi yang terpopuler di kanal Global Liputan6.com edisi Minggu (7/11/2021).

Informasi selanjutnya mengenai kisah viral seorang wanita yang menato punggungnya dengan nama sang pacar, namun keduanya putus seminggu kemudian.

Berita lainnya adalah cerita tentang gaji pemetik buah di Australia senilai Rp 250 ribu.

Simak ketiga berita paling populer di kanal Global Liputan6.com edisi Minggu (7/11/2021).

1. Penyanyi Brasil Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Saat Menuju Konsernya

Petugas pemadam kebakaran berada di dekat puing-puing pesawat jatuh yang ditumpangi penyanyi Brasil Marilia Mendonca di Caratinga, pada 5 November 2021. Penyebab kecelakaan itu masih belum diketahui, dan pemerintah sedang memimpin penyelidikan. (Minas Gerais Fire Department / AFP)
Petugas pemadam kebakaran berada di dekat puing-puing pesawat jatuh yang ditumpangi penyanyi Brasil Marilia Mendonca di Caratinga, pada 5 November 2021. Penyebab kecelakaan itu masih belum diketahui, dan pemerintah sedang memimpin penyelidikan. (Minas Gerais Fire Department / AFP)

Penyanyi Brasil berusia 26 tahun, Marilia Mendonça tewas dalam kecelakaan pesawat. Marilia Mendonça sedang berpergian dengan pesawat kecil ke negara bagian Minas Gerais untuk pertunjukkannya di akhir pekan ini.

Simak informasi lengkapnya...

2. Viral Wanita Tato Nama Pacar di Punggung, Seminggu Kemudian Putus

Tato Nama Pacar di Punggung, Seminggu kemudian Putus (Tiktok: ..ashlyn.grace)
Tato Nama Pacar di Punggung, Seminggu kemudian Putus (Tiktok: ..ashlyn.grace)

Pengguna TikTok menceritakan bahwa dirinya tato nama pacar dengan huruf jumbo satu minggu sebelum mereka putus.

Ashlyn Grace yang berusia 21 memperlihatkan tato nama pacarnya setelah dibanjiri komentar oleh para pengikutnya.

Selengkapnya di sini...

3. Gaji Pemetik Buah di Australia Rp 250 Ribu per Jam, Apa Dampaknya?

Ilustrasi pasar swalayan yang menjual buah-buahan. (dok. Rob Maxwell/Unsplash.com)
Ilustrasi pasar swalayan yang menjual buah-buahan. (dok. Rob Maxwell/Unsplash.com)

Kabar gembira datang bagi para pemetik buah di Australia. Mereka kini harus digaji minimal 25 dolar Australia (sekitar Rp 250 ribu).

Berdasarkan laporan ABC Australia, Jumat (5/11/2021), hal itu berdasarkan keputusan lembaga Fair Work Commission yang bertugas agar tenaga kerja mendapatkan hak dengan adil.

Baca selengkapnya...

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel