Top 3: Perempuan Muda Duduki Kursi Menteri BUMN

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah menunjuk Sharon, untuk menempati kursi Menteri BUMN selama satu hari. Sharon adalah finalis GirlsTakeOver.

Program GirlsTakeOver merupakan kerjasama antara Forum Human Capital Indonesia dengan Yayasan Plan International Indonesia ini akan diperpanjang selama lima tahun ke depan.

Erick meminta kepada Sharon agar tidak sungkan memberikan berbagai masukan-masukan mendalam saat memimpin rapat tersebut. Karena masukan tersebut penting untuk perbaikan ada di tubuh Kementerian BUMN.

Artikel mengenai perempuan muda yang menduduki kursi Menteri BUMN ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Kamis 30 September 2021:

1. Jadi Menteri BUMN Gantikan Erick Thohir, Sharon Langsung Pimpin Rapat

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menetapkan salah satu finalis program #GirlsTakeover untuk menggantikan posisi dirinya sebagai Menteri BUMN.

Setelah proses panjang, akhirnya Erick memilih Sharon, seorang pegawai perbankan asal bekasi menjadi orang nomor satu di BUMN.

"Sharon nanti kamu gantiin saya," kata Erick Thohir di Kementerian BUMN, Rabu (29/9/2021).

Simak artikel selengkapnya di sini

2. YLKI Minta Luhut Tak Mendewakan Aplikasi PeduliLindungi

Pengunjung saat scan barcode untuk memasuki mal kuningan city, Jakarta, Selasa (10/8/2021). Perpanjangan PPKM Level 4 di mal pengunjung diwajibkan mematuhi protokol kesehatan, melakukan scan barcode aplikasi Pedulilindungi dan memperlihatkan sertifikat vaksin COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Pengunjung saat scan barcode untuk memasuki mal kuningan city, Jakarta, Selasa (10/8/2021). Perpanjangan PPKM Level 4 di mal pengunjung diwajibkan mematuhi protokol kesehatan, melakukan scan barcode aplikasi Pedulilindungi dan memperlihatkan sertifikat vaksin COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah agar tidak terlalu bergantung kepada aplikasi PeduliLindungi untuk segala urusan. Termasuk wacana menjadikannya sebagai alat pembayaran digital, yang sempat dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan atau Menko Luhut beberapa waktu lalu.

"YLKI melihat bahwa aplikasi PeduliLindungi jangan didewakan lah, dengan kemudian semua hal itu masuk ke dalam ranah aplikasi PeduliLindungi," tegas Pengurus Harian YLKI Agus Suyatno kepada Liputan6.com, Rabu (29/9/2021).

Agus menekankan agar pemerintah tidak lupa tujuan utama saat meluncurkan aplikasi PeduliLindungi, yakni untuk memudahkan masyarakat mendapatkan sertifikat vaksin secara digital.

Simak artikel selengkapnya di sini

3. Utang Indonesia Terus Numpuk, Menko Airlangga: Kita Tidak Sendirian

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tak memungkiri jika rasio utang Indonesia kini meningkat akibat upaya memberantas pandemi Covid-19.

Adapun rasio utang luar negeri (ULN) pada Juli 2021 mencapai USD 415,17 miliar, atau 36,6 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka ini naik dibandingkan Juli 2020 yang sebesar USD 408,64 miliar.

Namun, dia menilai Indonesia bukan satu-satunya yang mengalami kondisi tersebut. Banyak negara dunia disebutnya juga mengalami kenaikan utang.

Simak artikel selengkapnya di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel