Top 3: Perhatikan Hal Ini Sebelum Investasi Aset Kripto

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Polri membongkar kasus penipuan melalui investasi cryptocurrency atau mata uang kripto yang dilakukan E-Dinar Coin Cash (EDCCash). Enam orang pun ditetapkan sebagai tersangka.

Satuan Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan EDCCash sudah masuk investasi ilegal sejak Juli 2020. Hal ini karena EDCCash jual beli kripto tanpa izin.

Memang, cryptocurrency atau mata uang kripto menjadi kian populer dalam beberapa waktu terakhir. Teranyar, popularitas kripto kian meroket dipicu debut Coinbase di Nasdaq. Sebelumnya kripto juga acap disinggung bos Tesla, Elon Musk yang bahkan telah mengumumkan Bitcoin bisa digunakan untuk membeli produk Tesla.

Artikel jangan asal ikut tren, perhatikan hal ini sebelum investasi aset kripto bikin penasaran pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut sejumlah artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Minggu, (25/4/2021):

1.Jangan Asal Ikut Tren, Perhatikan Hal Ini Sebelum Investasi Aset Kripto

Polri membongkar kasus penipuan melalui investasi cryptocurrency atau mata uang kripto yang dilakukan E-Dinar Coin Cash (EDCCash). Enam orang pun ditetapkan sebagai tersangka.

Satuan Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan EDCCash sudah masuk investasi ilegal sejak Juli 2020. Hal ini karena EDCCash jual beli kripto tanpa izin.

Memang, cryptocurrency atau mata uang kripto menjadi kian populer dalam beberapa waktu terakhir. Teranyar, popularitas kripto kian meroket dipicu debut Coinbase di Nasdaq. Sebelumnya kripto juga acap disinggung bos Tesla, Elon Musk yang bahkan telah mengumumkan Bitcoin bisa digunakan untuk membeli produk Tesla.

Berita selengkapnya baca di sini

2.Pendapatan Matahari Department Store Merosot 24,98 Persen pada Kuartal I 2021

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mengalami penurunan kinerja sepanjang tiga bulan pertama 2021. Hal ini ditunjukkan dari pendapatan yang diterima perseroan.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (24/4/2021), PT Matahari Department Store Tbk mencatat pendapatan Rp1,16 triliun pada kuartal I 2021.

Angka tersebut merosot 24,98 persen dari periode sama tahun sebelumnya, karena berhasil membukukan pendapatan Rp1,55 triliun.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Gelar Rights Issue, Bank Maspion Bakal Perkuat Modal

PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) berencana menambah modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

PT Bank Maspion Tbk menawarkan sebanyak-banyaknya 2,28 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 atau sebanyak-banyaknya 33,97 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Setiap 100 pemegang saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 17 Juni 2021 berhak atas satu HMETD.

Berita selengkapnya baca di sini

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini