Top 3: Plus Minus Rencana Tes PCR Wajib di Seluruh Moda Transportasi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah tidak mau kecolongan lagi. Pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM bukan berarti masyarakat bisa beraktivitas dengan sangat bebas, di tengah keberadaan pandemi Covid-19 yang masih menghantui.

Barigade penahan tetap dipasang pemerintah demi membatasi pergerakan masyarakat. Salah satunya mewajibkan tes PCR bagi yang ingin bepergian dengan pesawat terbang. Tes polymerase chain reaction ini jadi pemantau jika virus Covid-19 kembali merebak di Indonesia.

Berita mengenai rencana penerapan wajib PCR untuk semua moda transportasi ini mengundang banyak perhatian. Selain itu, masih ada berita lain yang tak kalah menarik.

Beriktu daftar berita yang paling banyak dibaca di kanal Ekbis Liputan6.com pada, Jumat (28/10/2021).

1. HEADLINE: Rencana Tes PCR Wajib di Seluruh Moda Transportasi, Plus Minusnya?

Pemerintah tidak mau kecolongan lagi. Pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM bukan berarti masyarakat bisa beraktivitas dengan sangat bebas, di tengah keberadaan pandemi Covid-19 yang masih menghantui.

Barigade penahan tetap dipasang pemerintah demi membatasi pergerakan masyarakat. Salah satunya mewajibkan tes PCR bagi yang ingin bepergian dengan pesawat terbang. Tes polymerase chain reaction ini jadi pemantau jika virus Covid-19 kembali merebak di Indonesia.

Kewajiban PCR naik pesawat diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2 dan Level 1 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Kesiagaan pemerintah belum berhenti hanya pada transportasi udara, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberi sinyal jika kewajiban tes PCR secara bertahap akan diterapkan pada transportasi lainnya. Langkah ini dalam mengantisipasi periode Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021.

Baca aturan selengkapnya di sini

2. Cukup Diambil 2 Persen Saja, Harta Orang Terkaya Elon Musk Bisa Atasi Kelaparan Dunia

Elon Musk berjalan dari pusat peradilan di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Senin (12/7/2021). Pemegang saham menuduh Elon Musk memperkaya dirinya serta keluarganya dengan kesepakatan yang terjadi pada 2016 terkait masalah akuisisi SolarCity. (AP Photo/Matt Rourke)
Elon Musk berjalan dari pusat peradilan di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Senin (12/7/2021). Pemegang saham menuduh Elon Musk memperkaya dirinya serta keluarganya dengan kesepakatan yang terjadi pada 2016 terkait masalah akuisisi SolarCity. (AP Photo/Matt Rourke)

Direktur Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP), David Beasley mengatakan bahwa miliarder sejatinya dapat membantu mengatasi kelaparan dunia hanya dengan sebagian kecil dari kekayaan bersih mereka.

"Miliarder perlu "melangkah sekarang, meski sekali saja", kata David Beasley, mengutip secara khusus dua orang terkaya di dunia, Jeff Bezos dan Elon Musk - dalam wawancara CNN Connect the World, yang ditayangkan pada Selasa (26/10/2021).

"Uang sebesar USD 6 miliar bisa membantu 42 juta orang yang benar-benar terancam kelaparan. Ini tidak rumit," tambah dia seperti dikutip dari CNN, Rabu (27/10/2021).

Menurut Bloomberg, CEO Tesla Elon Musk memiliki kekayaan bersih hampir sebesar USD 289 miliar. Menurut Beasle, hanya diperlukan dua persen dari kekayaan Musk untuk membantu kelaparan dunia.

Baca artikel selengkapnya di sini

3. Tarif Tes PCR di Bandara Soetta Turun Jadi Rp 275 Ribu

Sempat terjadi antrian, suasana pos kesehatan untuk tes rapid antigen dan PCR tes, sudah terurai di Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta).
Sempat terjadi antrian, suasana pos kesehatan untuk tes rapid antigen dan PCR tes, sudah terurai di Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta).

Tarif Tes PCR di Bandara Soekarno Hatta (Bandara Soetta) turun mengikuti aturan pemerintah yakni menjadi Rp 275 ribu. Hasil dari tes PCR ini bisa keluar 3 jam setelah sampel diambil.

"Tarif tes PCR di Bandara Internasional Soekarno Hatta ikuti aturan pemerintah, sebesar Rp 275 ribu, berlaku per hari ini," ungkap Senior Manager of Branch Communication & Legal Badar Soekarno-Hatta M. Holik Muardi, Kamis (28/10/2021).

Calon penumpang yang menginginkan tes PCR di Bandara Internasional Soekarno Hatta, bisa melakukannya di Airport Health Center Bandara Internasional Soekarno Hatta dengan hasil kurang lebih 3 jam.

"Namun dengan syarat tertentu, hanya calon penumpang dengan penerbangan di hari yang sama. Lalu untuk di Airport Health Center Bandara Husein Sastranegara hasilnya maksimal 1x24 jam,"ungkap Holik.

Baca artikel selengkapnya di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel