Top 3: PPKM Darurat Dilonggarkan Mulai 26 Juli 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PPKM Darurat akan dibuka secara bertahap pada 26 Juli 2021. Pelonggaran ini dilakukan jika angka positif Covid-19 turun secara signifikan di pekan ini.

Presiden joko Widodo (Jokowi) dalam Pernyataan tentang Perkembangan Terkini PPKM Darurat yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden menyatakan, dengan pelonggaran ini maka masyarakat bisa bisa makan di tempat atau dine in.

“Warung makan, memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan sampai pukul 21.00 waktu setempat dan maksimal waktu makan untuk setiap pengunjung 30 menit,” kata dia.

Artikel mengenai pelonggaran PPKM Darurat ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Rabu 21 Juli 2021:

1. PPKM Darurat Dilonggarkan Mulai 26 Juli 2021, Pengunjung Boleh Makan di Tempat

PPKM Darurat akan dibuka secara bertahap pada 26 Juli 2021. Artinya, perpanjangan PPKM Darurat berlaku sampai 25 Juli 2021. Dalam pembukaan atau pelonggaran secara bertahap ini, masyarakat bisa makan di tempat atau dine in.

“Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan sampai pukul 21.00 waktu setempat dan maksimal waktu makan untuk setiap pengunjung 30 menit,” kata Presiden joko Widodo (Jokowi).

Tidak hanya itu saja, dalam pelonggaran PPKM Darurat, pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan dibuka sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

Simak artikel selengkapnya di sini

2. Jokowi Tambah Anggaran Perlindungan Sosial Rp 55,21 Triliun

Petugas menata bansos berupa bahan pangan untuk didistribusikan kepada warga terpapar COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah di Gedung Wanita, Kota Bogor, Jumat (9/7/2021). Setiap harinya, bonsos dibagikan kepada warga melalui keluarahan. (merdeka.com/Arie Basuki)
Petugas menata bansos berupa bahan pangan untuk didistribusikan kepada warga terpapar COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah di Gedung Wanita, Kota Bogor, Jumat (9/7/2021). Setiap harinya, bonsos dibagikan kepada warga melalui keluarahan. (merdeka.com/Arie Basuki)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan, pemerintah menambah anggaran perlindungan sosial sebesar Rp 55,21 triliun. Tambahan tersebut untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak kebijakan PPKM Darurat.

"Pemerintah mengalokasikan tambahan anggaran perlindungan sosial Rp 55,21 triliun," jelas Jokowi dalam keterangan pers seperti dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (20/7/2021).

Tambahan anggaran tersebut untuk beberapa program, antara lain bantuan tunai, bantuan sembako, bantuan kuota internet dan subsidi listrik.

Simak artikel selengkapnya di sini

3. Diskon Listrik PLN Diperpanjang hingga Desember 2021, Simak Cara Dapatnya

PLN menjalankan keputusan pemerintah untuk memperpanjang pemberian stimulus listrik hingga Desember 2021. (Dok PLN)
PLN menjalankan keputusan pemerintah untuk memperpanjang pemberian stimulus listrik hingga Desember 2021. (Dok PLN)

PT PLN (Persero) memperpanjang pemberian stimulus listrik bagi masyarakat kecil, industri, bisnis, dan sosial hingga Desember 2021. Langkah ini untuk menjalankan keputusan pemerintah.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan, pemerintah memutuskan untuk memberikan stimulus listrik sebagai bentuk perlindungan sosial yang diberikan pemerintah kepada masyarakat di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

PLN pun berharap, perpanjangan stimulus listrik dapat mendorong masyarakat dan pelaku usaha tetap produktif, serta meningkatkan daya beli masyarakat di tengah Pandemi Covid-19.

Simak artikel selengkapnya di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel