Top 3: Presiden Jokowi Sentil BUMN Sakit

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa selama ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terlalu sering mendapat proteksi.

Menurut Jokowi, jika ada BUMN yang kondisinya sakit atau sulit untuk diselamatkan maka lebih baik ditutup saja.

BUMN seharusnya mampu untuk berkompetisi baik dengan perusahaan swasta dan dunia internasional. BUMN harus mampu mengambil risiko.

Artikel mengenai sentilan Presiden Jokowi untuk BUMN ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Senin 18 Oktober 2021:

1. Presiden Jokowi: BUMN Sakit Dapat Suntikan PMN, Terlalu Enak!

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa selama ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terlalu sering mendapat proteksi. Menurutnya, jika BUMN sakit lebih baik langsung ditutup.

"Sakit tambahi PMN (Penyertaan Modal Negara), sakit suntik PMN. Maaf, terlalu enak sekali," kata Jokowi dalam pengarahan kepada Direktur Utama BUMN di Kabupaten Manggarai Barat, seperti dikutip dari Youtube, Sekretariat Presiden, Minggu (17/10/2021).

Menurut Jokowi, adanya proteksi yang salah satunya dalam bentuk PMN tersebut akan mengurangi nilai-nilai yang seharusnya diperjuangkan oleh BUMN.

Simak artikel selengkapnya di sini

2. WIKA Industri Manufaktur Ekspor Motor Listrik Gesits ke Senegal

Kerja sama Lion Parcel dengan GESITS salah satu langkah dalam mewujudkan rencana besar Lion Parcel untuk menjadi perusahaan logistik yang lebih ramah lingkungan dan turut mengurangi polusi udara dan emisi karbon yang lebih tinggi.  (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Kerja sama Lion Parcel dengan GESITS salah satu langkah dalam mewujudkan rencana besar Lion Parcel untuk menjadi perusahaan logistik yang lebih ramah lingkungan dan turut mengurangi polusi udara dan emisi karbon yang lebih tinggi. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA) ekspor motor listrik Gesits ke Senegal. Ekspor motor produksi anak bangsa ini disaksikan oleh Duta Besar (Dubes) RI untuk Senegal Dindin Wahyudin secara virtual.

Ekspor perdana motor listrik produksi PT PT WIMA tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan promosi motor Gesits yang dilakukan KBRI Dakar sebelumnya pada 8 Juni 2021 di Promenade de Thiessois, Thiès, Senegal.

“Realisasi ekspor perdana motor Gesits ke Senegal ini, tidak hanya langkah awal keberhasilan motor listrik Gesits di pasar Senegal, namun juga diharapkan dapat turut berperan sebagai faktor pendorong realisasi ekspor motor Gesits ke wilayah lainnya,” kata Dindin.

Simak artikel selengkapnya di sini

3. YLKI Minta OJK Kolaborasi dengan PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol Ilegal

Ilustrasi pinjaman online atau pinjol. Unsplash/Benjamin Dada
Ilustrasi pinjaman online atau pinjol. Unsplash/Benjamin Dada

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyarankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar berkolaborasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana dari pinjaman online (pinjol) ilegal.

" OJK bisa menggandeng PPATK untuk menyelusuri aliran dana dari investor pinjol ilegal. YLKI mendukung OJK untuk penelusuran lebih jauh, untuk menghindari indikasi pencucian uang," kata Bidang pengaduan dan hukum YLKI Rio Priambodo, Minggu (17/10/2021).

Menurut Dia, lemahnya perlindungan konsumen di industri jasa keuangan khususnya peer to peer landing harus menjadi perhatian bagi pemerintah. Karena maraknya pengaduan fintech ke YLKI.

Simak artikel selengkapnya di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel