Top 3: WHO Sebut Kematian Akibat COVID-19 di Eropa Meningkat dari Tahun Lalu

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa mengatakan bahwa adanya peningkatan pasien yang meninggal akibat COVID-19 daripada tahun lalu.

Berita tentang WHO yang melaporkan kematian akibat COVID-19 di Eropa meningkat dari tahun lalu menjadi berita terpopuler di kanal Global Liputan6.com, Sabtu (20/3/2021).

Berita populer lainnya membahas tentang Amerika Serikat yang berencana memberi bantuan Vaksin COVID-19 ke Meksiko.

Juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki membenarkan adanya diskusi pengiriman 2,5 juta dosis vaksin AstraZeneca ke Meksiko dan 1,5 juta ke Kanada, menurut berita tersebut.

Adapun berita yang paling disorot lainnya, yaitu PBB yang mengkhawatirkan COVID-19 bisa menjadi wabah musiman.

Berikut ini artikel terpopuler kanal Global dalam Top 3 Global Liputan6.com:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

1. WHO Laporkan Kematian Akibat COVID-19 di Eropa Meningkat dari Tahun Lalu

Seorang ibu dan anak-anaknya berjalan-jalan di Lapangan Trocadero dekat Menara Eiffel di Paris, Prancis, pada 16 November 2020. Prancis pada Senin (16/11) melaporkan tambahan 506 kematian akibat virus corona COVID-19, lebih tinggi dibandingkan 302 kematian pada Minggu (15/11). (Xinhua/Gao Jing)
Seorang ibu dan anak-anaknya berjalan-jalan di Lapangan Trocadero dekat Menara Eiffel di Paris, Prancis, pada 16 November 2020. Prancis pada Senin (16/11) melaporkan tambahan 506 kematian akibat virus corona COVID-19, lebih tinggi dibandingkan 302 kematian pada Minggu (15/11). (Xinhua/Gao Jing)

Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa mengatakan pada Kamis (18/3) bahwa situasi COVID-19 di wilayah tersebut telah mundur selangkah, seiring dengan meningkatnya jumlah orang yang meninggal karena penyakit itu daripada tahun lalu.

Dalam jumpa pers virtual dari kantornya di Kopenhagen, Hans Kluge mengatakan kepada para wartawan bahwa dia sangat prihatin dengan keadaan di Eropa tengah, Balkan dan negara-negara Baltik, di mana kasus baru, rawat inap, dan kematian sekarang termasuk yang tertinggi di dunia.

Kluge mengatakan di Eropa rata-rata terjadi lebih dari 20.000 kematian akibat COVID-19 per minggu, dengan jumlah kematian keseluruhan melewati 900.000, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Jumat (19/3/2021).

Baca selengkapnya....

2. AS Berencana Beri Bantuan Vaksin COVID-19 ke Meksiko

Vaksin COVID-19 Pfizer Inc and BioNTech dipotret di Rumah Sakit Anak Rady, San Diego, California, Amerika Serikat, 15 Desember 2020. Vaksin COVID-19 buatan Pfizer telah mendapat otorisasi darurat di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Singapura, dan Meksiko. (ARIANA DREHSLER/AFP)
Vaksin COVID-19 Pfizer Inc and BioNTech dipotret di Rumah Sakit Anak Rady, San Diego, California, Amerika Serikat, 15 Desember 2020. Vaksin COVID-19 buatan Pfizer telah mendapat otorisasi darurat di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Singapura, dan Meksiko. (ARIANA DREHSLER/AFP)

Pejabat Amerika Serikat dan Meksiko menyangkal Washington membebankan beberapa persyaratan yang mengikat atas rencana pengiriman jutaan dosis vaksin Corona COVID-19 ke tetangga di Selatan Amerika itu.

"Pencegahan terhadap penyebaran pandemi global menjadi bagian dari salah satu tujuan diplomatik kami. Tujuan diplomatik lainnya adalah menanggapi tantangan di perbatasan. Jadi, seharusnya tidak mengherankan percakapan itu sedang terjadi dan masih berlangsung," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki , demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Jumat (19/3/2021).

"Ini adalah dua masalah terpisah. Kami mengupayakan sebuah sistem migrasi yang lebih manusiawi dan meningkatkan kerjasama melawan COVID-19, untuk kepentingan kedua negara dan kawasan kita," kata Roberto Velasco, direktur jenderal kawasan Amerika Utara di Kementerian Luar Negeri Meksiko, dalam pernyataannya.

Baca selengkapnya....

3. PBB Khawatir COVID-19 Bisa Jadi Wabah Musiman

Staf medis China bereaksi ketika tim WHO pergi usai kunjungan mereka ke Rumah Sakit Provinsi Hubei di Wuhan, provinsi Hubei, China tengah untuk mulai mencari petunjuk tentang asal-usul pandemi virus corona COVID-19 pada Jumat, 29 Januari 2021 (AP / Ng Han Guan).
Staf medis China bereaksi ketika tim WHO pergi usai kunjungan mereka ke Rumah Sakit Provinsi Hubei di Wuhan, provinsi Hubei, China tengah untuk mulai mencari petunjuk tentang asal-usul pandemi virus corona COVID-19 pada Jumat, 29 Januari 2021 (AP / Ng Han Guan).

PBB memperingatkan bahwa pandemi Corona COVID-19 tampaknya akan berkembang menjadi penyakit musiman.

Lebih dari setahun setelah pandemi Virus Corona pertama kali muncul di China, sejumlah misteri masih menyelimuti penyebaran penyakit yang telah menewaskan hampir 2,7 juta orang di seluruh dunia itu.

Dalam laporan pertamanya, tim ahli yang ditugaskan untuk mencoba menjelaskan salah satu misteri tersebut dengan memeriksa potensi pengaruh meteorologi dan kualitas udara pada penyebaran COVID-19, menemukan beberapa indikasi penyakit tersebut akan berkembang menjadi ancaman musiman.

Baca selengkapnya....

Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona

Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Berikut Ini: