Top 3: Sejarah dan Kiprah Kelompok Militan Taliban di Afghanistan Jadi Sorotan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Taliban telah menguasai kota Kabul dan Istana Kepresidenan sejak Minggu (15/8). Taliban merupakan kelompok militan yang sudah sejak lama berkedudukan di Afghanistan dan pada akhirnya dengan cepat menguasai ibu kota.

Sejarah dan kiprahnya di Afghanistan menjadi yang paling disorot di kanal Global Liputan6.com edisi Selasa (17/8/2021).

Berita selanjutnya, Taliban juga telah sejak awal menindas kaum wanita dan anak perempuan. Berbagai haknya telah direnggut mulai dari hak untuk mengenyam pendidikan hingga bersosialisasi.

Masih seputar Taliban, informasi menarik lainnya adalah Donald Trump yang meyakini bahwa AS akan kalah dari kelompok militan tersebut dan kemudian mendesak Joe Biden untuk mundur.

Simak ketiga berita paling populer dalam Top 3 Global Liputan6.com edisi Selasa (17/8/2021):

1. Taliban Adalah Kelompok Militan, Ini Sejarah dan Kiprahnya di Afghanistan

Pejuang Taliban berpatroli dalam Kota Ghazni, barat daya Kabul, Afghanistan, Kamis (12/8/2021). Taliban merebut kota strategis tersebut yang berjarak hanya 150 kilometer dari Ibu Kota Kabul. (AP Photo/Gulabuddin Amiri)
Pejuang Taliban berpatroli dalam Kota Ghazni, barat daya Kabul, Afghanistan, Kamis (12/8/2021). Taliban merebut kota strategis tersebut yang berjarak hanya 150 kilometer dari Ibu Kota Kabul. (AP Photo/Gulabuddin Amiri)

Taliban adalah kelompok militan yang pernah berkuasa di Afghanistan dan digulingkan pasukan pimpinan AS pada 2001. Tetapi kelompok itu telah melakukan serangan dalam beberapa bulan terakhir dan sekarang di ambang perebutan kekuasaan lagi.

Saat AS bersiap untuk menyelesaikan penarikannya pada 11 September, setelah dua dekade perang, para milisi Taliban merebut kota-kota besar dan kini telah mencapai Ibu Kota Kabul.

Baca selengkapnya di sini...

2. Sejarah Taliban Tindas Wanita, Dilarang Bekerja dan Sekolah hingga Harus Tutup Aurat

Seorang kadet tentara wanita Afghanistan membidik dengan senapan saat latihan di Akademi Pelatihan Perwira di Chennai, India (12/12/2019). Sebanyak dua puluh kadet tentara Afghanistan mengikuti program latihan militer. (AFP/Arun Sankar)
Seorang kadet tentara wanita Afghanistan membidik dengan senapan saat latihan di Akademi Pelatihan Perwira di Chennai, India (12/12/2019). Sebanyak dua puluh kadet tentara Afghanistan mengikuti program latihan militer. (AFP/Arun Sankar)

Sebelum munculnya Taliban, perempuan di Afghanistan dilindungi di bawah hukum dan semakin diberikan hak-hak dalam masyarakat Afghanistan. Perempuan menerima hak untuk memilih pada tahun 1920-an; dan pada awal tahun 1960-an, konstitusi Afghanistan mengatur kesetaraan bagi perempuan.

Selengkapnya di sini...

3. Donald Trump Pastikan AS Dikalahkan Taliban di Afghanistan, Desak Joe Biden Mundur

Presiden AS, Donald Trump mengarahkan telunjuk ke jurnalis CNN Jim Acosta saat seorang staf mencoba menarik mikrofon darinya dalam konferensi pers di Gedung Putih, Rabu (7/11). Ketegangan bermula dari pertanyaan sang wartawan soal imigran. (AP/Evan Vucci)
Presiden AS, Donald Trump mengarahkan telunjuk ke jurnalis CNN Jim Acosta saat seorang staf mencoba menarik mikrofon darinya dalam konferensi pers di Gedung Putih, Rabu (7/11). Ketegangan bermula dari pertanyaan sang wartawan soal imigran. (AP/Evan Vucci)

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Amerika Serikat kalah di Afghanistan setelah Taliban menguasai Kabul. Kekalahan ini disebut salah satu yang terburuk dalam sejarah bangsanya.

Selengkapnya di sini...

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel