Top 3: Seluruh Gerai Giant Tutup Permanen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Seluruh gerai Giant dipastikan tutup permanen pada akhir Juli 2021. Penutupan gerai ini menindaklanjuti strategis atas seluruh lini bisnis Hero Supermarket, perusahaan akan memfokuskan bisnisnya ke merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Giant.

Kepastian tutupnya seluruh gerai Giant tersebut diungkapkan Corporate and Consumer Affairs PT Hero Supermarket, Diky Risbianto.

Sebelumnya, manajemen PT Hero Supermarket Tbk memang telah mengumumkan penutupan seluruh gerai Giant pada Mei 2021 lalu.

Sebagai bagian dari fokus baru ini, PT Hero Supermarket Tbk. akan mengubah hingga lima gerai Giant menjadi IKEA, yang diharapkan dapat menambah aksesibilitas bagi pelanggan.

Artikel mengenai tutupnya seluruh gerai Giant secara permanen ini menjadi artikel yang paling banyak dibaca. Selain itu, masih ada beberapa artikel yang tak kalah menarik.

Berikut daftar artikel paling banyak dibaca di kanal Bisnis Liputan6.com, Minggu (1/8/2021):

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Hari Ini Terakhir, Seluruh Gerai Giant Bakal Tutup Permanen Besok

Giant yang berada di pusat perbelanjaan Margo City Depok saat melakukan penutupan akibat pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)
Giant yang berada di pusat perbelanjaan Margo City Depok saat melakukan penutupan akibat pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

PT Hero Supermarket Tbk. (HERO Group) memastikan seluruh gerai Giant resmi ditutup pada akhir Juli 2021 ini. Artinya, mulai Agustus tidak ada lagi gerai Giant yang beroperasi.

Kepastian tutupnya seluruh gerai Giant tersebut diungkapkan Corporate and Consumer Affairs PT Hero Supermarket, Diky Risbianto.

"Betul, sesuai dengan yang telah kami sampaikan sebelumnya, seluruh Gerai Giant akan berhenti beroperasi pada akhir Juli 2021," kata dia kepada Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Baca artikel selengkapnya di sini

2. Penelusuran Dahlan Iskan: Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio Cair Senin Depan?

Bantuan dana sebesar Rp2 triliun, disalurkan keluarga mendiang Akidi Tio, melalui dokter keluarga mendiang Akidi Tio, Prof Hardi Darmawan ke Polda Sumsel (Dok.Humas Polda / Nefri Inge)
Bantuan dana sebesar Rp2 triliun, disalurkan keluarga mendiang Akidi Tio, melalui dokter keluarga mendiang Akidi Tio, Prof Hardi Darmawan ke Polda Sumsel (Dok.Humas Polda / Nefri Inge)

Dahlan Iskan kembali membahas soal sumbangan pengusaha atas nama Akidi Tio. Berdasarkan penulisannya, sumbangan sebesar Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 tersebut akan cair pada Senin pekan depan.

Informasi tersebut didapatkannya melalui seorang perempuan yang dekat dengan salah satu anak Akidi Tio, Heryanti. Dahlan mengaku sempat pesimis sumbangan itu akan terealisasi karena tak kunjung cair, tapi informasi dari sumbernya ini memberikan titik cerah.

Sumber ini kepada Dahlan Iskan, mempertanyakan sikap media yang mulai meragukan kebenaran sumbangan tersebut. Ia yakin sumbangan tersebut akan benar-benar diberikan.

Baca artikel selengkapnya di sini

3. Makan di Warteg Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19, Pedagang Meradang

Suasana Warteg Ellya yang menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 di Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Pelayan Warteg Ellya diwajibkan menggunakan pelindung wajah dan sarung tangan saat melayani pengunjung. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Suasana Warteg Ellya yang menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 di Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Pelayan Warteg Ellya diwajibkan menggunakan pelindung wajah dan sarung tangan saat melayani pengunjung. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Ketua Umum Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara), Mukroni, mengkritisi kebijakan pemerintah yang mewajibkan pengunjung salon, restoran hingga warteg menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19 selama pelaksanaan PPKM Level 4.

Menurutnya kebijakan ini, sama seperti batasan waktu makan di tempat 20 menit, terasa dipaksakan.

"Teman-teman pedagang juga belum semua divaksin karena keterbatasan vaksin, dan kondisinya juga tidak semua orang bisa divaksin. Kita menganggap pelanggan adalah raja, jadi artinya bahwa pemerintah ini solusinya ini menggampangkan seakan-akan semua bisa disulap, artinya mau langsung," jelas Mukroni saat dihubungi Liputan6.com pada Sabtu (31/7/2021).

Baca artikel selengkapnya di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel