Top 3: Skenario Perpanjang PPKM Darurat 6 Minggu

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kasus positif Covid-19 di Indonesia belum melandai. Bahkan setiap hari terus menyentuh rekor baru. Per Senin 12 Juli 2021, terdapat penambahan 40.427 orang dinyatakan positif Covid-19.

Pemerintah menyiapkan skenario untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat mencapai 4-6 minggu. Langkah ini untuk menahan bertambahnya laju kasus Covid-19.

APBN akan diperkuat untuk merespons dampak negatif peningkatan kasus Covid-19 kepada perekonomian dan diperlukan akselerasi vaksinasi, efektivitas PPKM Darurat, serta kesiapan sistem kesehatan, baik itu fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan.

Artikel mengenai skenario perpanjangan PPKM Darurat hingga 6 minggu ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Selasa 13 Juli 2021:

1. Pemerintah Siapkan Skenario Perpanjang PPKM Darurat hingga 6 Minggu

Pemerintah menyiapkan skenario untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat mencapai 4-6 minggu. Hal ini dilakukan mengingat adanya risiko pandemi Covid-19 yang masih tinggi, khususnya varian baru atau delta.

"PPKM Darurat selama 4-6 minggu dijalankan untuk menahan penyebaran kasus. Mobilitas masyarakat diharapkan menurun signifikan," tulis bahan paparan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam Rapat Kerja Bersama dengan Badan Anggaran DPR RI, Senin (12/7/2021).

Oleh karena itu, APBN akan diperkuat untuk merespons dampak negatif peningkatan kasus Covid-19 kepada perekonomian dan diperlukan akselerasi vaksinasi, efektivitas PPKM Darurat, serta kesiapan sistem kesehatan, baik itu fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan.

Simak artikel selengkapnya di sini

2. YLKI Desak Vaksinasi Berbayar Dibatalkan: Tak Etis Kala Covid-19 Mengganas

Petugas memeriksa suhu tubuh pekerja swasta saat program Vaksinasi Gotong Royong di Sudirman Park Mall, Jakarta, Rabu (19/5/2021). Vaksinasi Gotong Royong memfasilitasi badan usaha yang mau membeli vaksin untuk karyawannya. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Petugas memeriksa suhu tubuh pekerja swasta saat program Vaksinasi Gotong Royong di Sudirman Park Mall, Jakarta, Rabu (19/5/2021). Vaksinasi Gotong Royong memfasilitasi badan usaha yang mau membeli vaksin untuk karyawannya. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mendesak vaksin gotong royong individu atau layanan vaksinasi berbayar dibatalkan.

"YLKI mendesak agar VGR berbayar untuk kategori individu dibatalkan. Kembalikan pada kebijakan semula, yang membayar adalah pihak perusahaan, bukan individual," kata Tulus di Jakarta, Senin (12/7/2021).

Di samping itu, dia juga menilai pengadaan vaksin gotong royong individu berbayar tidaklah etis pada masa pandemi covid-19 ini.

Simak artikel selengkapnya di sini

3. Erick Thohir: Saya Pastikan, Vaksinasi Gotong Royong Tak Pakai Vaksin Hibah

Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi Bio Farma di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/7/2021). (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)
Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi Bio Farma di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/7/2021). (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan Vaksinasi Gotong Royong, baik bagi badan usaha maupun individu, sesuai kebijakan vaksinasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Erick Thohir menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan yang berlaku, semua vaksin yang digunakan dalam program Vaksinasi Gotong Royong baik untuk badan usaha atau lembaga yang saat ini sudah berjalan maupun untuk individu, tidak menggunakan vaksin yang berasal dari vaksin yang sudah dialokasikan untuk program vaksinasi pemerintah.

"Juga tidak menggunakan vaksin yang berasal dari sumbangan ataupun hibah dari kerjasama bilateral dan multilateral, seperti hibah dari UAE dan yang melalui GAVI/COVAX,” ujar dia.

Simak artikel selengkapnya di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel