Top 3 Surabaya: Gaya Krisdayanti Gunakan Kebaya Curi Perhatian

Liputan6.com, Jakarta - Diva ternama Indonesia Krisdayanti memang sering kali menjadi sorotan publik. Apalagi, beberapa waktu lalu, istri dari Raul Lemos ini telah resmi menyandang sebagai anggota legislatif. Penampilan dari Krisdayanti pun sering menjadi perhatian publik.

Pasalnya, wanita kelahiran Batu ini selalu tampil menawan dan terlihat awet muda. Sebagai seorang penyanyi, Krisdayanti sering terlihat mengenakan gaun cantik. Namun, adik dari Yuni Shara ini beberapa kali juga terlihat mengenakan kebaya.

Penampilan Krisdayanti saat mengenakan kebaya pun menarik perhatian publik. Bahkan, saat acara pernikahan sang adik, Kartika Sary, ia pun terlihat menawan dengan kebaya berwarna coklat muda lengkap dnegan kain selendang berwarna pink.

Artikel enam gaya Krisdayanti saat kenakan kebaya cantik nan menawan menyita perhatian pembaca. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Surabaya? Berikut tiga artikel terpopuler di Surabaya yang dirangkum pada Senin (11/11/2019):

1.6 Gaya Krisdayanti Saat Kenakan Kebaya, Cantik Nan Menawan

Diva ternama Indonesia Krisdayanti memang sering kali menjadi sorotan publik. Apalagi, beberapa waktu lalu, istri dari Raul Lemos ini telah resmi menyandang sebagai anggota legislatif. Penampilan dari Krisdayanti pun sering menjadi perhatian publik.

Pasalnya, wanita kelahiran Batu ini selalu tampil menawan dan terlihat awet muda. Sebagai seorang penyanyi, Krisdayanti sering terlihat mengenakan gaun cantik. Namun, adik dari Yuni Shara ini beberapa kali juga terlihat mengenakan kebaya.

Penampilan Krisdayanti saat mengenakan kebaya pun menarik perhatian publik. Bahkan, saat acara pernikahan sang adik, Kartika Sary, ia pun terlihat menawan dengan kebaya berwarna coklat muda lengkap dnegan kain selendang berwarna pink.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Bung Tomo, Pengobar Semangat Tempur 10 November

Peristiwa 10 November 1945 menjadi momen warga Surabaya untuk bersama-sama berjuang mempertahankan kemerdekaan. Pada momen tersebut tak lepas dari sosok Bung Tomo.

Pria bernama asli Sutomo ini dikenal sebagai pengobar semangat Arek-Arek Suroboyo untuk berjuang pada pertempuran 10 November 1945. Hal ini pula yang terlekat di sosok Bung Tomo. Demikian dilansir dari buku Bung Tomo, Hidup dan Mati Pengobar Semangat Tempur 10 November karya Abdul Waid.

Usai berjuang dengan pena, ia berjuang dengan senjata. Pada peristiwa 10 November 1945 itu, Bung Tomo merupakan tokoh tak dilupakan. Peristiwa 10 November itu bermula setelah terjadinya kekalahan pihak Jepang. Kemudian rakyat dan pejuang Indonesia berupaya keras mendesak para tentara Jepang untuk menyerahkan semua senjatanya kepada Indonesia.

Berita selengkapnya baca di sini

3. Surabaya Disebut Kota Pahlawan, Mengapa?

Hari Pahlawan merupakan peringatan penting dalam sejarah Indonesia. Peristiwa ini diperingati setiap 10 November. 

Masyarakat Indonesia  sudah sepantasnya memperingati hari bersejarah tersebut. Ribuan rakyat kala itu berperang melawan penjajah dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 

Berbicara soal Hari Pahlawan, Surabaya adalah kota yang disematkan sebagai Kota Pahlawan. Ada alasan dibalik disebutnya Surabaya sebagai Kota Pahlawan tersebut. Menurut Ady Setyawan, pegiat sejarah asal Surabaya, alasan tersebut tak lepas dari peristiwa berdarah Pertempuran Surabaya.

Berita selengkapnya baca di sini

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini