Top 3 Surabaya: Polrestabes Eksekusi 18 Napi Sepanjang 2020

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Aparat Kepolisian Resor Kota Besar Polrestabes Surabaya menembak mati sebanyak 18 orang pelaku tindak kejahatan atau penjahat sepanjang 2020.

Wakil Kepala Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hartoyo mengatakan tindakan terukur dengan menembak mati penjahat tersebut dilakukan karena para pelaku berupaya melawan menggunakan senjata tajam maupun senjata api rakitan saat hendak ditangkap hingga dinilai membahayakan nyawa petugas.

"Tindakan tegas terukur yang kami lakukan telah sesuai prosedur," kata Hartoyo kepada wartawan di Surabaya, Rabu, 30 Desember 2020, dilansir dari Antara.

Artikel Polrestabes Surabaya eksekusi 18 napi sepanjang 2020 menyita perhatian pembaca. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Surabaya? Berikut sejumlah artikel terpopuler yang dirangkum pada Jumat, (1/1/2021):

1.Polrestabes Surabaya Eksekusi 18 Napi Sepanjang 2020

Aparat Kepolisian Resor Kota Besar Polrestabes Surabaya menembak mati sebanyak 18 orang pelaku tindak kejahatan atau penjahat sepanjang 2020.

Wakil Kepala Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hartoyo mengatakan tindakan terukur dengan menembak mati penjahat tersebut dilakukan karena para pelaku berupaya melawan menggunakan senjata tajam maupun senjata api rakitan saat hendak ditangkap hingga dinilai membahayakan nyawa petugas.

"Tindakan tegas terukur yang kami lakukan telah sesuai prosedur," kata Hartoyo kepada wartawan di Surabaya, Rabu, 30 Desember 2020, dilansir dari Antara.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Seorang Dokter di Ponorogo Meninggal Dunia Akibat COVID-19

Kabar duka kembali menyelimuti dunia medis. Seorang dokter umum yang bertugas di Puskesmas Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dr Zulfita Riyanti tutup usia karena terpapar COVID-19.

Dolter Zulfita tutup usia pada Rabu, 30 Desember 2020 setelah berjuang selama satu bulan melawan COVID-19.

"Turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya dr Zulfita Riyanti setelah satu bulan terakhir berjuang melawan Covid-19," ujar Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo Rahayu Kusdarini, Kamis, 31 Desember 2020.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Jalani Perawatan 8 Hari, Seorang Perawat di Kediri Meninggal Dunia karena COVID-19

Kabar duka menyelimuti tenaga kesehatan di Kediri, Jawa Timur. Seorang perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran Kota Kediri, Jawa Timur bernama Soleh Kodin (36) tutup usia karena terpapar COVID-19.

Ia menjalani perawatan intensif sejak 22 Desember 2020 karena COVID-19. Soleh Kodin selama ini bertugas sebagai perawat di RSUD Gambiran Kota Kediri sempat dirawat di Ruang Isolasi Panjalu setelah terpapar COVID-19. Penularan itu diduga dari transmisi lokal. Ia tutup usia pada Rabu, 30 Desember 2020 sekitar pukul 05.30 WIB.

“Almarhum sempat menjalani perawatan intensif selama delapan hari sejak tanggal 22 Desember 2020 pukul 14.00 WIB,” ujar Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri dr Fauzan Adima di Kediri, seperti dilansir dari Antara, Kamis, 31 Desember 2020.

Berita selengkapnya baca di sini

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini