Top 3 Tekno: Alasan Facebook, WhatsApp, dan Instagram Down Bersamaan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Facebook akhirnya mengungkap alasan kenapa layanan milik mereka, seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram down pada Senin malam.

Artikel tentang pernyataan resmi soal Facebook, WhatsApp, dan Instagram down secara bersamaan, mencuri perhatian pembaca kanal Tekno Liputan6.com, Selasa (5/10/2021).

Selain itu, artikel tentang profil startup Ula dan penjelasan ahli tentang fenomena unik di Bukit Menoreh juga menjadi perhatian pembaca.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Facebook Ungkap Penyebab Layanannya, WhatsApp, dan Instagram Down Bersamaan

Pihak Facebook akhirnya buka suara mengenai layanan Facebook, WhatsApp, dan Instagram down pada Senin (4/10/2021) malam.

Melalui laman Engineering Facebook, perusahaan meminta maaf kepada semua orang dan bisnis di dunia yang bergantung pada layanan mereka.

"Kami telah bekerja sekeras yang kami bisa untuk memulihkan akses dan sistem kami. Kini sistem kami telah kembali aktif," kata pihak Facebook, bercerita mengenai upaya perusahaan memperbaiki Facebook, WhatsApp, dan Instagram down.

Baca selengkapnya di sini

2. Profil Startup Ula, E-commerce Indonesia yang Dapat Pendanaan dari Jeff Bezos

Salah satu orang terkaya di dunia, Jeff Bezos, dikabarkan memberikan suntikan dana investasi bagi startup e-commerce Indonesia, Ula.

Tech Crunch melaporkan, ditulis Selasa (5/10/2021), sumber anonim mereka mengatakan bahwa Jeff Bezos telah berinvestasi dalam putaran pembiayaan baru di startup yang baru berusia satu setengah tahun tersebut.

Seperti dilaporkan Bisnis Liputan6.com, Ula sendiri mendapatkan pendanaan seri B sebesar US$ 87 juta atau setara dengan Rp 1,24 triliun.

Baca selengkapnya di sini

3. Fenomena Unik di Bukit Menoreh Disebut Langit Glowing, Ini Penjelasan Ahli

Fenomena api di bukit Menoreh yang terjadi pada Kamis malam, 30 September 2021, sempat menarik perhatian publik. Ketika itu, Menoreh mengeluarkan 'api' dengan warna kehijauan dan disebut mirip dengan aurora.

Terkait fenomena ini, peneliti Klimatologi pada Pusat Riset Sains dan Teknologi Atmosfer BRIN, Dr. Erma Yulihastin, mengatakan peristiwa itu sebagai langit glowing.

"Langit glowing dicirikan oleh warna kehijauan pada langit di malam hari yang terjadi karena keberadaan gelombang gravitasi atmosfer(atmospheric gravity wave) atau dikenal sebagai GGA," tutur Erma dalam siaran pers yang diterima, Senin (5/10/2021).

Baca selengkapnya di sini

(Ysl/Isk)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel