Top 3 Tekno: Alasan Tentara Swiss Dilarang Pakai WhatsApp, Signal, dan Telegram

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi WhatsApp (iStockPhoto)

Liputan6.com, Jakarta - Baru-baru ini, disebutkan personel tentara Swiss dilarang untuk menggunakan sejumlah aplikasi chatting, seperti WhatsApp, Telegram, dan Signal.

Artikel tentang kenapa tentara Swiss tidak boleh pakai ketiga aplikasi tersebut, menjadi sorotan pembaca kanal Tekno Liputan6.com, Sabtu (8/1/2022).

Pembaca juga menyoroti artikel lainnya, seperti Ridwan Kamis resmikan aplikasi Jaramba, dan bos mafia Italia tertangkap karena Google Maps setelah buron selama 20 tahun.

Lebih lengkapnya simak berita berikut ini.

1. Tentara Swiss Dilarang Pakai WhatsApp, Signal dan Telegram

Tentara Swiss melarang para personelnya menggunakan WhatsApp, Signal, Telegram dan layanan pesan terenkripsi lainnya.

Berdasarkan laporan Associated Press, Tentara Swiss menginstruksikan pada stafnya untuk menggunakan aplikasi Threema buatan negara tersebut.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam sebuah surat yang dikirim ke staf tertinggi militer, Desember lalu.

Baca Selengkapnya di Sini

2. Ridwan Kamil Resmikan Aplikasi Jaramba untuk Transportasi Umum di Bandung Raya

Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil meresmikan peluncuran aplikasi Jaramba yang diharapkan dapat lebih mempermudah masyarakat bepergian dengan moda transportasi umum di wilayah Bandung Raya.

Jaramba pada dasarnya merupakan aplikasi berbasis web dengan sejumlah fungsi seperti integrasi konektivitas antarmoda, penampilan informasi real-time, dan pembayaran secara nontunai.

Saat ini, moda transportasi umum yang mendukung Jaramba adalah angkutan kota dan bus Damri.

Baca Selengkapnya di Sini

3. Bos Mafia Italia Buron 20 Tahun Tertangkap Berkat Google Maps

Seorang bos mafia Italia yang jadi buronan 20 tahun berhasil ditangkap di Spanyol berkat Google Maps.

Mafia bernama Gioacchino Gammino ini muncul dalam Google Street View, yang merupakan bagian dari Google Maps.

Ia terlihat berada di sebuah kota bernama Galapagar, dekat Madrid, Spanyol, saat ditangkap.

Baca Selengkapnya di Sini

(Ysl/Isk)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel