Top 3 Tekno: Bocoran Fitur Baru WhatsApp Bernama Communities Jadi Sorotan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Artikel tentang fitur baru WhatsApp bernama Communities yang bakal dirilis, menjadi sorotan pembaca kanal Tekno Liputan6.com, Minggu (7/11/2021).

Selain itu, artikel tentang 61 persen orangtua lalai ikuti aturan digital untuk anak hingga tanggapan Israel soal NSO Group masuk daftar hitam AS.

Lebih lengkapnya simak berita berikut ini.

1. WhatsApp Bakal Rilis Fitur Komunitas, Apa Bedanya dengan Grup?

WhatsApp dikabarkan tengah menyiapkan fitur terbaru bernama Communities (Komunitas). XDA Developers pertama kali melihat bocoran fitur tersebut pada Oktober, dan terkini WABetaInfo melihat temuan serupa.

Menurut WABetaInfo, fitur Komunitas tampaknya memberi admin grup lebih banyak kekuasaan atas grup--termasuk kemampuan untuk membuat grup dalam grup.

Admin mungkin juga dapat mengundang pengguna baru melalui Tautan Undangan Komunitas dan kemudian mulai mengirim pesan ke anggota lain.

Baca Selengkapnya di Sini

2. Survei: 61 Persen Orangtua Lalai Ikuti Aturan Digital yang Diterapkan untuk Anak

Survei global terbaru Kaspersky mengungkap, 61 persen orangtua sulit menjadi panutan anak-anak. bahkan, orangtua terkadang tidak mengikuti aturan yang diterapkan untuk anak-anak mereka.

Sementara, lebih dari separuh (54 persen) orangtua mencoba membangun kebiasaan dan aturan digital yang sehat untuk seluruh anggota keluarga.

Dalam keterangan resmi Kaspersky yang diterima Liputan6.com, Minggu (7/11/2021), anak-anak cenderung meniru perilaku dan kebiasaan orang dewasa di segala bidang, termasuk di dunia digital.

Baca Selengkapnya di Sini

3. Pembuat Spyware NSO Group Masuk Daftar Hitam AS, Israel Buka Suara

Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid, menepis anggapan kedekatan pemerintah dengan NSO Group, sebuah perusahaan yang masuk daftar hitam Amerika Serikat (AS) atas dugaan penyalahgunaan spyware.

"NSO adalah perusahaan swasta, itu bukan proyek pemerintah dan tidak ada hubungannya dengan kebijakan pemerintah Israel," kata Lapid dalam konferensi pers di Yerusalem, sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (7/11/2021).

"Saya tidak berpikir ada negara lain di dunia yang memiliki aturan ketat seperti itu menurut perang dunia maya dan yang memberlakukan aturan tersebut lebih dari Israel dan kami akan terus melakukannya," sambung Lupid.

Baca Selengkapnya di Sini

(Ysl/Tin)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel