Top 3 Tekno: Game Mini World: Creata Tuai Perhatian

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Game 3D sandbox Mini World yang kini menjelma menjadi Mini World: Creata menuai perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Senin (6/9/2021) kemarin.

Informasi lain datang dari hasil survei digital 'Jakpat Special Report e-Commerce 1st Semester of 2021' yang menemukan bahwa orang Indonesia lebih loyal terhadap ecommerce lokal.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Mini World: Creata Mungkinkan Pemain Bikin Mini Game dan Hasilkan Uang

Sukses mengantongi 20 juta pemain aktif bulanan secara global, game 3D sandbox Mini World kini menjelma menjadi Mini World: Creata.

Creata adalah seruan dari Mini World dalam mendorong para pemain untuk berkreasi dan mewujudkan imajinasi mereka di dalam platfrom ini.

Ya, game ini mengundang para pemain untuk membuat peta atau mini game yang dapat dimainkan oleh pemain lainnya, dan memberikan kompensasi berupa uang dari hasil pembuatan tersebut.

Baca selengkapnya di sini

2. Survei: Orang Indonesia Lebih Loyal Terhadap Ecommerce Lokal

Ilustrasi belanja online, ecommerce, e-commerce, toko online. Kredit: athree23 via Pixabay
Ilustrasi belanja online, ecommerce, e-commerce, toko online. Kredit: athree23 via Pixabay

Hasil survei digital 'Jakpat Special Report e-Commerce 1st Semester of 2021' menemukan bahwa konsumen Indonesia lebih loyal terhadap ecommerce lokal atau karya anak bangsa.

Survei ini diambil berdasarkan parameter Net Promotor Score (NPS), salah satu tolak ukur utama bagi bisnis ecommerce dalam metrik loyalitas pelanggan yang memprediksi kemungkinan seorang pelanggan membeli kembali dari penjual atau merekomendasikan langsung kepada teman.

Mengutip siaran pers yang Tekno Liputan6.com terima, Senin (6/9/2021), dalam survei Jakpat yang melibatkan 1.054 responden di 25 provinsi itu posisi Tokopedia menjadi yang teratas, lalu disusul Shopee, Bukalapak, Lazada, dan JD.ID.

Baca selengkapnya di sini

3. Siswa SMK Ini Ciptakan Platform Belajar Sejarah Berbasis Cloud

Bima Mukhlisin, SMK Negeri 2 Pengasih Kulon Progo ciptakan platform belajar sejarah berbasis cloud. (Ist.)
Bima Mukhlisin, SMK Negeri 2 Pengasih Kulon Progo ciptakan platform belajar sejarah berbasis cloud. (Ist.)

Seorang siswa SMK Negeri 2 Pengasih Kulon Progo, Bima Mukhlisin, menunjukkan kreativitas inovatifnya ketika mengikuti program sosialisasi cloud yang digelar AWS.

Bersama dengan teman-temannya, Bima mampu mengembangkan platform belajar sejarah interaktif yang bernama Very Second.

Lewat laman web buatannya tersebut, Bima ingin menumbuhkan kembali minat sebayanya untuk belajar sejarah.

Baca selengkapnya di sini

Infografis Dampak Game Online

Infografis dampak bermain video game berlebihan (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis dampak bermain video game berlebihan (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel