Top 3 Tekno: Hacker Bisa Retas Akun Lewat DM Instagram

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Instagram memperingatkan pengguna, ada pesan DM palsu yang merupakan upaya hacker untuk mengambil alih akun pengguna.

Informasi ini menuai perhatian para pembaca pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Jumat (2/4/2021) kemarin.

Berita lain yang juga populer datang dar PUBL Lite yang setop beroperasi pada 29 April 2021.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Waspada, Hacker Bisa Retas Akun via DM Instagram

Baru-baru ini, sejumlah pengguna Instagram mengeluhkan telah menerima Direct Message (DM) yang dikirim oleh perusahaan milik Facebook tersebut.

Pengirim mengklaim dari divisi ‘Copyright Help Center’ atau ‘Pusat Bantuan Hak Cipta’ Instagram dengan tujuan memberitahu salah satu postingan pengguna telah melanggar hak cipta.

Pengguna pun diminta untuk menghapus postingan atau dapat mengklik tautan yang disertakan di dalam pesan DM Instagram itu.

Baca selengkapnya di sini

2. PUBG Lite Setop Beroperasi pada 29 April 2021

Baru-baru ini, Krafton secara resmi mengumumkan akan menyetop pengoperasian gim PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) Lite pada 29 April 2021.

Kabar menyedihkan ini diungkap oleh pengembang lewat postingan di blog resmi mereka.

"Kami sangat berterima kasih atas semangat dan dukungan dari penggemar PUBG Lite yang telah bersama kami," tulis pengembang PUBG Lite dalam blog resminya, Jumat (2/4/2021).

Baca selengkapnya di sini

3. Waspada, Ada Malware Tersembunyi di Software Cheat Call of Duty: Warzone

Tampilan Call of Duty Warzone yang siap dirilis Activision (sumber: Activision)
Tampilan Call of Duty Warzone yang siap dirilis Activision (sumber: Activision)

Peretas menyembunyikan malware dalam software cheat untuk Call of Duty: Warzone. Mereka juga menyebarkannya ke sejumlah cheater.

Menurut laporan publisher gim Activision, sebagaimana dilansir The Verge, Jumat (2/4/2021), peretas melakukan berbagai cara untuk membuat pemain Call of Duty: Warzone mengunduh 'software curang' itu.

Setelah gamer menjalankan software tersebut malware kemudian akan menginfeksi komputer dengan konten berbayar apa pun yang dipilih oleh peretas.

Baca selengkapnya di sini