Top 3 Tekno: Indosat Ooredoo Perluas 4G dan 5G di Berbagai Kota di Indonesia

·Bacaan 2 menit
Base Transceiver Station (BTS) milik Indosat. (Doc: Indosat Ooredoo)

Liputan6.com, Jakarta - Artikel tentang upaya Indosat Ooredoo mendorong transformasi digital di Indonesia dengan membangun BTS 4G di daerah 3T, mencuri perhatian pembaca kanal Tekno Liputan6.com, Rabu (10/11/2021).

Pembaca juga menaruh perhatian terhadap artikel soal orang Indonesia terima 18 kali panggilan spam per bulan hingga kasus serangan DDoS meningkat di Q3 2021.

Lebih lengkapnya simak berita berikut ini.

1. Upaya Indosat Ooredoo Hubungkan Indonesia, Perluas 4G hingga Gulirkan 5G di Berbagai Kota

Indosat Ooredoo bakal memasuki usia 54 tahun pada 2021 ini. Perusahaan yang belum lama ini mengumumkan merger bisnis dengan PT Hutchison Tri Indonesia kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi digital terdepan Indonesia yang memberi akses dan konektivitas pada tiap orang dan bisnis.

Indosat Ooredoo kini tercatat memiliki 62,3 juta pelanggan (laporan kinerja Indosat Ooredoo kuartal 3 2021). Tidak heran perusahaan semakin agresif menggunakan berbagai teknologi baru demi mendukung perluasan dan peningkatan kualitas jaringannya.

Baca Selengkapnya di Sini

2. Orang Indonesia Terima 18 Kali Panggilan Spam Per Bulan

Panggilan spam di Indonesia ternyata masuk dalam salah satu yang terbesar di Asia, bahkan di dunia. Hal itu diketahui dari data Truecaller Insight 2020.

Berdasarkan data tersebut, rata-rata panggilan spam di Indonesia mencapai 18 kali per orang setiap bulan. Jumlah itu membuat Indonesia menghadapai ancaman panggilan spam terbesar di Asia dan menempati peringkat enam dunia.

Dengan adanya data tersebut, Truecaller sebagai aplikasi smartphone identifikasi nomor telepon pun menjadikan Indonesia sebagai pasar prioritas dengan meluncurkan kampanye edukasi #KnowYouCaller.

Baca Selengkapnya di Sini

3. Kaspersky: Serangan DDoS Meningkat dan Semakin Canggih di Q3 2021

Menjelang akhir tahun, Kaspersky Labs meluncurkan sebuah laporan terkait jumlah serangan Distributed Denial of Service (DDoS) semakin meningkat pada 2021.

Disebutkan, serangan DDoS meningkat hampir 24 persen. Sedangkan jumlah total serangan pintar (serangan DDoS tertarget) meningkat sebesar 31 persen jika dibandingkan dengan Q3 2020.

Adapun target paling menonjol yang terkena serangan DDoS, adalah organisasi pemerintahan, pengembang game, alat untuk memerangi pandemi, dan publikasi keamanan siber terkenal.

Baca Selengkapnya di Sini

(Ysl/Tin)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel