Top 3 Tekno: Pakar Astronomi Indonesia Soal Misi DART hingga Malware di Jutaan Android

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi pesawat ruang angkasa DART NASA dan LICIACube Badan Antariksa Italia (ASI) sebelum menabrak asteroid Didymos. (NASA / Johns Hopkins APL / Steve Gribben)

Liputan6.com, Jakarta - Pendapat pakar Astronomi Indonesia tentang rencana NASA untuk melindungi Bumi dari asteroid dengan menabrakkan pesawat luar angkasa ke asteroid, bikin penasaran pembaca kanal Tekno Liputan6.com, Kamis (25/11/2021).

Lainnya, pembaca juga dibuat penasaran dengan berita kembalinya malware Joker hingga jutaan perangkat Android kedapatan disusupi malware.

Lebih lengkapnya simak berita berikut ini.

1. Kata Pakar Astronomi Indonesia Soal Misi DART dari NASA

NASA berencana melakukan uji coba peluncuran pesawat luar angkasa yang bertujuan untuk melindungi Bumi dari asteroid pada 2022. Jadi, pesawat luar angkasa ini nantinya akan menabrakkan diri ke asteroid yang dituju.

Misi ini dikenal dengan nama DART atau Double Asteroid Redirect Mission. Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, uji coba ini dilakukan pada salah satu asteroid kembar.

Baca Selengkapnya di Sini

2. Malware Joker Kembali, Cepat Hapus 15 Aplikasi Jahat Ini dari Android

Analis di perusahaan keamanan siber Kaspersky, Tatyana Shishkova, memperingatkan pengguna tablet dan HP Android atas kembalinya malware Joker di toko aplikasi Google Play Store.

Shishkova menemukan setidaknya 14 aplikasi Android terinfeksi malware Joker. Malware Joker memang dianggap cukup menakutkan saat operasinya begitu masif tahun lalu. Malware ini menginfeksi sejumlah aplikasi Android dan pihak Google menghapusnya dari toko aplikasi.

Baca Selengkapnya di Sini

3. 9,3 Juta Android Disusupi Malware, Ratusan Aplikasi Dihapus dari Huawei AppGallery

Setidaknya 9,3 juta perangkat Android terinfeksi malware yang menyamar sebagai aplikasi game arcade, shooter game, dan lain-lain. Aplikasi-aplikasi yang disusupi malware ini dijajakan di toko aplikasi Huawei, AppGallery.

Malware tersebut berupaya mencuri informasi perangkat dan nomor telepon korban.

Mengutip laman The Hacker News, Kamis (25/11/2021), kampanye malware ini diungkap oleh peneliti dari perusahaan keamanan Doctor Web.

Baca Selengkapnya di Sini

(Ysl/Tin)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel