Top 3 Tekno: Penipuan Berkedok Ulang Tahun Telkomsel ke-60 Jadi Sorotan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Penipuan berkedok ulang tahun Telkomsel ke-60 tahun dengan tajuk '60th Anniversary Celebration' sempat marak beredar di WhatsApp belakangan ini.

Telkomsel kemudian mengimbau kepada para pelanggan untuk tidak meng-klik tautan yang beredar. Berita ini menjadi sorotan para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Sabtu (3/4/2021) kemarin.

Berita lain yang juga populer datang dari Microsoft yang menang tender headset AR untuk militer AS senilai Rp 174 Triliun.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Telkomsel: Jangan Klik Tautan Penipuan Berkedok Ulang Tahun ke-60 Berhadiah 1.000 Smartwatch

Terkait maraknya penipuan yang mengatasnamakan Telkomsel, perusahaan mengimbau kepada pengguna untuk selalu waspada.

Salah satu penipuan yang belakangan ini beredar adalah '60th Anniversary Celebration' dengan tautan link dan banner berlogo Telkomsel. Penipuan ini sendiri beredar di WhatsApp.

Dalam modus penipuan tersebut, pelaku mengiming-imingi hadiah lebih dari 1.000 jam tangan pintar dalam rangka perayaan ulang tahun ke-60.

Baca selengkapnya di sini

2. Microsoft Menang Tender Headset AR untuk Militer Senilai Rp 174 Triliun

Microsoft memenangkan kontrak hampir U$ 22 miliar atau sekitar Rp 174 triliun dalam memasok headset augmented reality (headset AR) untuk pasukan tempur/militer Angkatan Darat Amerika Serikat (U.S. Army).

Mengutip New York Post, Sabtu (3/4/2021), teknologi ini didasarkan pada headset HoloLens buatan Microsoft yang awalnya ditujukan untuk industri video gim dan hiburan.

Pejabat Pentagon menggambarkan teknologi futuristik--Angkatan Darat menyebutnya sebagai Sistem Augmentasi Visual Terpadu (Visual Augmentation System)--sebagai cara untuk meningkatkan kesadaran tentara tentang lingkungan mereka serta kemampuan mereka untuk melihat target dan bahaya.

Baca selengkapnya di sini

3. Apple Tolak Aplikasi yang Kumpulkan Data Tanpa Persetujuan Pengguna

Apple Store. Kredit: Michael Gaida via Pixabay
Apple Store. Kredit: Michael Gaida via Pixabay

Apple makin serius dalam memelihara dan melindungi privasi data penggunanya.

Belum lama ini Apple memperkenalkan persyaratan baru yang meminta ke pengembang melaporkan data apa saja yang mereka kumpulkan dari pengguna. Hal ini juga merupakan bentuk upaya Apple memberikan lebih banyak transparansi bagi pengguna.

Menurut laporan dari analis Eric Seufert, Apple bakal menolak aplikasi-aplikasi milik pengembang yang kedapatan menggunakan SDK pihak ketiga yang mengumpulkan data tanpa persetujuan pengguna.

Baca selengkapnya di sini