Top 3 Tekno: Penjualan Kartu Vaksin Covid-19 Palsu di Medsos Jadi Sorotan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Penjualan kartu vaksin Covid-19 yang diduga palsu di media sosial menjadi sorotan para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Jumat (9/7/2021) kemarin.

Berita lain yang juga populer datang dari bug berbahaya di layanan Windows Print Spooler. Bug ini jadi celah bagi hacker untuk mengeksploitasi berbagai perangkat yang terinfeksi.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Heboh Kartu Vaksin Covid-19 Palsu Dijual di Medsos, Warganet Geram

Beberapa hari terakhir, media sosial sempat diramaikan dengan penjualan kartu vaksin Covid-19 yang diduga palsu. Berdasaran unggahan di media sosial, kartu vaksin itu dijual dengan harga Rp 4.000 per 50 pcs.

Salah satu sumber Tekno Liputan6.com yang tak ingin disebutkan namanya bahkan mengaku ditawarkan kartu vaksin Covid-19 palsu seharga puluhan ribu rupiah.

"Saya ditawarin kartu vaksin Covid-19 palsu di salah satu e-commerce dengan harga cuma Rp 20 ribu. Ini bahaya sekali," ungkapnya.

Baca selengkapnya di sini

2. Ada Bug Berbahaya, Microsoft Minta Pengguna Segera Update Windows

Tampilan menu Start yang baru di Windows 10 (Doc. Microsoft)
Tampilan menu Start yang baru di Windows 10 (Doc. Microsoft)

Sejumlah peneliti menemukan ada bug PrintNIghtmare pada layanan Windows Print Spooler. Bug ini dikatakan bisa jadi celah bagi hacker untuk mengeksploitasi berbagai perangkat yang terinfeksi.

Sementara itu, guna menanggulangi kerentanan ini, Microsoft merilis update darurat baru dan meminta pengguna Windows untuk segera melakukan update.

Microsoft pada awal pekan ini merilis pembaruan out-of-band untuk beberapa versi Windows guna mengatasi masalah dengan kode CVE-2021-34527. Para peneliti keamanan menyebutnya sebagai PrintNightmare.

Baca selengkapnya di sini

3. Ramai Jasa Cetak Sertifikat Vaksin Covid-19, Apa Perlu?

Warga menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19 untuk menerima kopi gratis di gratis di Filosofi Kopi Melawai, Jakarta, Rabu (30/6/2021). Filosofi Kopi memberikan kopi gratis bagi warga yang telah melakukan vaksinasi COVID-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Warga menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19 untuk menerima kopi gratis di gratis di Filosofi Kopi Melawai, Jakarta, Rabu (30/6/2021). Filosofi Kopi memberikan kopi gratis bagi warga yang telah melakukan vaksinasi COVID-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pemerintah telah menerapkan PPKM Darurat mulai 3 hingga 20 Juli 2021. Dalam masa ini, salah satu syarat yang perlu dibawa seseorang saat bepergian adalah menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19.

Dalam beberapa hari terakhir pun, di media sosial maupun e-commerce ramai menawarkan jasa cetak sertifikat vaksin. Berdasarkan penelusuran, sertifikasi vaksin ini dicetak dalam bentuk kartu seukuran KTP atau kartu ATM.

Lantas, apakah sertifikat vaksin Covid-19 perlu dicetak? Pada dasarnya, sertifikat vaksin digital yang diterima masyarakat itu sah, meski memang ada beberapa daerah yang memberikannya secara fisik.

Baca selengkapnya di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel