Top 3 Tekno: Peretasan Lab Penelitian Covid-19 Jadi Sorotan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu laboratorium penelitian Covid-19 milik Universitas Oxford diserang hacker. Berita ini menjadi sorotan para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Jumat (26/2/2021) kemarin.

Berita lain yang juga populer datang dari Kemkominfo yang secara resmi meluncurkan program Konektivitas Digital 2021.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Lab Penelitian Covid-19 Oxford Dibobol Hacker, Apa Data yang Dicuri?

Universitas Oxford mengungkapkan salah satu laboratorium penelitiannya yang didedikasikan untuk mempelajari Covid-19 mengalami serangan siber.

Mengutip laman The Verge, Jumat (26/2/2021), lab tersebut adalah bagian dari Divisi Biologi Struktural Oxford, yang dikenal sebagai "Strubi".

Tak ada indikasi bahwa laboratorium atau penelitiannya memiliki hubungan langsung dengan pengembangan vaksin Covid-19 yang dilakukan oleh Oxford Vaccine Group dan Jenner Institute.

Baca selengkapnya di sini

2. Kemkominfo Luncurkan Program Konektivitas Digital 2021

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) secara resmi telah meluncurkan program Konektivitas Digital 2021.

Program ini disebut sebagai salah satu akselerator perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

Menteri Kominfo, Johny G Plate, menyebutkan proyek ini terdiri dari pembangunan BTS di 4.200 desa dan kelurahan selama 2021, serta 3.704 desa dan kelurahan pada 2022 mendatang. Tujuannya, agar wilayah terdepan, terluar dan tertinggal di Indonesia dapat mengakses internet 4G.

Baca selengkapnya di sini

3. Kemendes PDTT Gandeng Startup Lokal Dorong Kesejahteraan Petani hingga Nelayan

Dok: Ekosis
Dok: Ekosis

Ditjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggandeng startup Ekosis untuk mendorong kesejahteraan pelaku agribisnis di Indonesia.

Startup agribisnis lokal ini mengklaim pihaknya sudah berdiskusi tentang rencana kerja yang dilakukan antara Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi didampingi oleh Sesditjen dan para direktur.

"Kolaborasi akan dilakukan dari berbagai aspek, mulai dari akses pasar, standarisasi produk, hingga logistik," kata Bussiness Development Specialist Ekosis, Felicia Yulie Mills.

Baca selengkapnya di sini