Top 3: Temuan Pneumonia Aneh Sebelum Corona COVID-19 Jadi Sorotan

Liputan6.com, Jakarta- Berita terpopuler kanal Global Liputan6.com hari ini membahas dokter di Italia yang pernah menemukan kasus pneumonia aneh sebelum Virus Corona Baru atau COVID-19 mewabah di China. 

Tidak hanya itu, berita lain yang juga jadi sorotan adalah kondisi dari 3,5 Juta WNI yang merasakan lockdown di Malaysia karena pandemi Virus Corona Baru atau COVID-19. 

Berita populer lainnya membahas tentang alasan WHO mengubah frasa social distancing menjadi physical distancing dalam mencegah Virus Corona Baru atau COVID-19. 

 Berikut 3 artikel terpopuler kanal Global Liputan6.com pada Selasa, (24/3/2020):

 

1. Dokter di Italia Pernah Temukan Pneumonia Aneh Sebelum COVID-19 Mewabah di China

Perawat mengenakan alat pelindung diri untuk memulai shift di rumah sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy pada 12 Maret 2020. Jumlah kematian akibat Covid-19 di Italia sekarang yang tertinggi di dunia, menyalip China tempat wabah ini pertama kali. (Paolo MIRANDA/AFP)

China diketahui baru melaporkan temuan Virus Corona jenis baru yang menyebabkan penyakit COVID-19 ke Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 31 Desember 2019. Namun, para dokter umum di Italia mengaku pernah menemukan kasus pneumonia aneh pada awal November 2019.

Dengan temuan itu, Virus Corona jenis baru diduga telah menyebar di beberapa bagian Italia sebelum para dokter menyadari wabah COVID-19 di China.

Laporan itu diterbitkan pada Kamis 19 Maret oleh saluran media AS, National Public Radio (NPR), mengutip Giuseppe Remuzzi, salah satu penulis makalah di The Lancet baru-baru ini mengenai epidemi yang terjadi di Italia.

Baca selengkapnya...

2. Kondisi 3,5 Juta WNI Merasakan Lockdown di Malaysia karena Corona COVID-19

Seorang pria mengenakan masker karena kekhawatiran penyebaran virus corona COVID-19 berjalan melewati pusat perbelanjaan yang sepi di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (16/3/2020). PM Malaysia Muhyiddin Yassin melakukan lockdown nasional atau mengunci akses seantero Negeri Jiran. (Syaiful REDZUAN/AFP)

Warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia tengah merasakan lockdown yang diterapkan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin demi mencegah penyebaran Virus Corona COVID-19. Polisi dan tentara Malaysia ikut turun ke jalan demi menertibkan situasi.

Ada 3,5 juta WNI yang berada di Malaysia. Mereka pun diminta KBRI Kuala Lumpur agar mengikuti aturan lockdown.

Berdasarkan keterangan KBRI Kuala Lumpur, para WNI bisa beradaptasi dengan situasi lockdown. Hanya saja, mereka mengakui merasa bosan di rumah karena pergerakan dibatasi.

Baca selengkapnya...

3. Alasan WHO Ubah Social Distancing Jadi Physical Distancing Cegah Corona COVID-19

Sejumlah masyarakat melakukan jaga jarak aman di area publik di kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (18/3-2020). Jaga jarak atau prosedur social distancing measure harus diterapkan kepada masyarakat yang masih melakukan aktivitas di luar untuk memghindari penyebaran Covid-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menganjurkan dan mendorong penggunaan frasa physical distancing yang berarti menjaga jarak fisik untuk mencegah penyebaran Virus Corona COVID-19. Sebelumnya, WHO menggunakan frasa social distancing atau menjaga jarak sosial.

WHO mengubah frasa untuk merekomendasikan "jarak fisik" daripada "jarak sosial" dengan alasan untuk mendorong masyarakat agar tetap terhubung melalui media sosial.

Menurut WHO, gagasan pengubahan itu adalah untuk menjernihkan pemahaman bahwa perintah untuk tetap di rumah selama pandemi Virus Corona jenis baru saat ini bukan tentang memutuskan kontak dengan teman dan keluarga, tetapi menjaga jarak fisik untuk memastikan penyakit itu tidak menyebar.

Baca selengkapnya...

Saksikan Video Berikut Ini: