Top 3: Terkuak, Ada 97.000 PNS 'Hantu'

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Terkuak jika pada 2014, saat dilakukan pendataan ulang PNS terdapat data ASN misterius, jumlah mencapai 97.000. Para PNS ini diketahui menerima gaji hingga pensiunan.

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo buka suara menanggapi perihal ini.

Dia mengatakan, 97.000 temuan data PNS yang ramai diributkan bukan data fiktif. Menurutnya, itu hanya masalah pendataan ulang PNS yang belum tuntas karena masalah jaringan.

Artikel mengenai data PNS misterius ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Selasa 1 Juni 2021:

1. Staf Khusus Menkeu Buka Fakta di Balik Temuan 97.000 Data PNS Misterius

Terkuak jika pada 2014, saat dilakukan pendataan ulang PNS terdapat data ASN misterius, jumlah mencapai 97.000. Para PNS ini diketahui menerima gaji hingga pensiunan.

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo buka suara menanggapi perihal ini.

Dia mengatakan, 97.000 temuan data PNS yang ramai diributkan bukan data fiktif. Menurutnya, itu hanya masalah pendataan ulang PNS yang belum tuntas karena masalah jaringan.

"Heboh PNS “fiktif” kemarin sudah jelas. Ini problem pendataan ulang PNS yang belum tuntas karena kendala akses internet/jaringan, bukan fiktif," ujarnya seperti dikutip dari akun Twitter @prastow Senin (31/5/2021).

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menjelaskan bahwa Pendataan Ulang PNS atau PUPNS sudah beberapa kali dilakukan salah satunya pada 2015.

Baca artikel selengkapnya di sini

2. Kabar Terbaru dari Sri Mulyani soal Pembangunan Ibu Kota Baru

Seorang siswa mencari lokasi calon ibu kota baru pada peta saat kegiatan belajar bertema wawasan Nusantara di SDN Menteng 02, Jakarta, Selasa (27/8/2019). Kegiatan belajar wawasan Nusantara itu memberitahukan lokasi pemindahan ibu kota RI dari Jakarta ke Kalimantan Timur.(merdeka.com/Imam Buhori)
Seorang siswa mencari lokasi calon ibu kota baru pada peta saat kegiatan belajar bertema wawasan Nusantara di SDN Menteng 02, Jakarta, Selasa (27/8/2019). Kegiatan belajar wawasan Nusantara itu memberitahukan lokasi pemindahan ibu kota RI dari Jakarta ke Kalimantan Timur.(merdeka.com/Imam Buhori)

Pemerintah tetap melanjutkan pemindahan Ibu Kota, meskipun pandemi Covid-19 belum selesai. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan menyisihkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur ibu kota baru dalam APBN 2022.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pembangunan ibu kota baru sangat penting untuk memenuhi kebutuhan Indonesia di masa depan.

“Kita masukkan pemindahan ibu kota negara, kebutuhan Indonesia masa depan dengan mobilitas tinggi, demografi berubah dan kebutuhan lingkungan sustainable," ujarnya dalam Rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, di Jakarta Senin (31/5/2021).

Bendahara Negara itu melanjutkan, pembangunan ibu kota baru penting untuk mendukung upaya reorientasi pemerataan pembangunan dan transformasi perekonomian yang berada di non-Jawa, dan non-Jakarta sentris.

Baca artikel selengkapnya di sini

3. Indonesia Kembali Terima 8 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Sinovac

Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana KPC-PEN Erick Thohir menyambut kedatangan bahan baku vaksin Sinovac di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (31/5/2021). (Dok Kementerian Komunikasi dan Informatika)
Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana KPC-PEN Erick Thohir menyambut kedatangan bahan baku vaksin Sinovac di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (31/5/2021). (Dok Kementerian Komunikasi dan Informatika)

Indonesia tercatat telah menerima total 75,9 juta dosis vaksin Covid-19 hingga kedatangan vaksin tahap ke-14 hari ini, Senin (31/5/2021). Pada tahap ini, Indonesia menerima 8 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac dalam bentul bulk.

Menteri BUMN Erick Thohir didampingi pihak Kementerian Kesehatan dan Bea Cukai Kemenkeu menyambut kedatangan vaksin Sinovac ini di Bandara Soekarno-Hatta. Erick bilang, 75,9 juta dosis vaksin tersebut cukup untuk memvaksinasi 37,5 juta orang.

"Alhamdulillah pemerintah dibantu rakyat semua kita sudah vaksinasi sebanyak 26,9 juta orang sekarang," ujar Erick dalam keterangan pers secara virtual.

Dikatakannya, vaksinasi Covid-19 merupakan game changer yang membantu masyarakat mencegah penularan bahkan mengurangi risiko kematian akibat Covid-19.

Baca artikel selengkapnya di sini