Top 3: Usulan Wapres soal Santri Boleh Mudik Lebaran Tuai Kiritikan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengkritisi permintaan Wakil Presiden Ma'ruf Amin terkait usulan dispensasi bagi para santri yang akan melintasi jalan menuju kampung halaman di tengah larangan mudik lebaran 2021. Sehingga para santri tidak dikenakan ketentuan larangan mudik yang diatur oleh pemerintah.

Menurutnya, jika Presiden Jokowi mengabulkan usulan dispensasi tersebut maka akan menghambat upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 sendiri. Selain itu, akan turut mengurangi marwah pemerintah sebagai pihak yang getol menyuarakan larangan mudik Lebaran tahun ini.

Artikel mengenai kritikan permintaan dispensasi mudik lebaran untuk santri ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Minggu 24 April 2021:

1. Pak Jokowi, Jangan Terlalu Banyak Pengecualian soal Larangan Mudik Lebaran

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengkritisi permintaan Wakil Presiden Ma'ruf Amin terkait usulan dispensasi bagi para santri yang akan melintasi jalan menuju kampung halaman di tengah larangan mudik lebaran 2021. Sehingga para santri tidak dikenakan ketentuan larangan mudik yang diatur oleh pemerintah.

Menurutnya, jika Presiden Jokowi mengabulkan usulan dispensasi tersebut maka akan menghambat upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 sendiri. Selain itu, akan turut mengurangi marwah pemerintah sebagai pihak yang getol menyuarakan larangan mudik Lebaran tahun ini.

"Karena, kesannya pemerintah tidak serius untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di saat mudik," ucapnya kepda wartawan, Sabtu (25/4/2021).

Djoko menambahkan, usulan dispensasi tersebut juga dikhawatirkan akan menimbulkan kecemburuan sosial. Sehingga, berbagai pihak akan turut berbondong-bondong untuk mengajukan dispensasi Mudik Lebaran 2021.

Baca berita selengkapnya di sini

2. BKN Bagi Tips Lulus Tes CPNS 2021, Apa Saja?

Peserta mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di bilik khusus, di Surabaya, Selasa (22/9/2020). Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya menggelar ujian SKB yang diikuti 1.142 peserta CPNS dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara ketat. (Juni Kriswanto/AFP)
Peserta mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di bilik khusus, di Surabaya, Selasa (22/9/2020). Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya menggelar ujian SKB yang diikuti 1.142 peserta CPNS dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara ketat. (Juni Kriswanto/AFP)

Plt Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono mengamini seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) non guru akan ramai dibanjiri peserta. Ini berkaca dari berbagai acara seleksi penerimaan CPNS yang sukses menarik banyak pendaftar.

"Ya, (banyak peserta)," ungkap dia saat dihubungi Merdeka.com, Sabtu (24/4/2021).

Kendati demikian, dia mengimbau kepada seluruh calon peserta seleksi CPNS tahun ini untuk tidak berkecil hati. Menurutnya, saat ini calon peserta seleksi CPNS lebih baik diminta untuk mempersiapkan diri secara maksimal agar bisa mewujudkan impiannya menjadi ASN.

Dia pun tak sungkan untuk memberikan dua strategi jitu agar bisa menyelesaikan seluruh tahapan proses seleksi dengan baik.

Baca artikel selengkapnya di sini

3. MTI: Jika Santri Boleh Mudik Lebaran, Nanti Ketua Partai Juga Minta Dispensasi

Penumpang menanti waktu keberangkatan di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Pemerintah resmi memperluas periode larangan mudik lebaran 2021 mulai 22 April sampai 24 Mei 2021 yang tertuang dalam Adendum Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Penumpang menanti waktu keberangkatan di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Pemerintah resmi memperluas periode larangan mudik lebaran 2021 mulai 22 April sampai 24 Mei 2021 yang tertuang dalam Adendum Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan melarang masyarakat untuk mudik lebaran 2021. Upaya ini dilakukan demi mencegah penyebaran Covid-19.

Namun, soal larangan mudik tersebut, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengusulkan untuk memberikan dispensasi atau pengecualian bagi santri. Hal ini langsung mengundang kritikan dari para pelaku transportasi.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno memandang, jika pengecualian untuk santri ini dikabulkan, maka aturan larangan mudik ini dianggap diskriminatif.

"Banyak pihak sudah sepakat, sampai-sampai pengusaha bus yang terdampak besar mau mentaati pemerintah. Justru sekarang tiba-tiba ada permintaan dispensasi dari penguasa," kata Djoko kepada wartawan, Sabtu (24/4/2021).

Baca artikel selengkapnya di sini

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: