Top 3: Vaksin Covid-19 Tidak untuk Sembarang Orang

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan, pemerintah terus berupaya melakukan tugas luar biasa dalam penanganan Covid-19. Hasilnya, melihat tren dengan bukti data dan fakta, ia mengatakan penanganan pandemi di Indonesia semakin hari semakin baik.

Oleh karena itu, ia menambahkan, pemerintah terus bekerja keras lewat program Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja dan Indonesia Tumbuh. Program Indonesia Sehat disebutnya jadi prioritas utama. Sala satunya mengenai program pengadaan vaksin Covid-19.

Berita mengenai vaksin ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Minggu 22 November 2020:

1. Erick Thohir Komitmen Tak Sembarang Berikan Vaksin Covid-19

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan, pemerintah terus berupaya melakukan tugas luar biasa dalam penanganan Covid-19. Hasilnya, melihat tren dengan bukti data dan fakta, ia mengatakan penanganan pandemi di Indonesia semakin hari semakin baik.

"Tingkat kesembuhan kita dibandingkan tingkat kesembuhan dunia, kita jauh lebih baik. Memang ada hal yang sangat sensitif, yaitu tingkat daripada fatality atau kematian kita masih tinggi dibandingkan dunia," kata Erick dalam sesi teleconference, Sabtu (21/11/2020).

Oleh karena itu, ia menambahkan, pemerintah terus bekerja keras lewat program Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja dan Indonesia Tumbuh. Program Indonesia Sehat disebutnya jadi prioritas utama. Sala satunya mengenai program pengadaan vaksin Covid-19.

"Tetapi tentu seperti stigma Bapak Presiden (Jokowi) bahwa vaksinasi yang akan dilakukan di Indonesia pasti melakukan proses yang sangat hati-hati sesuai dengan standar WHO," tegasnya.

Dengan begitu, ia berkomitmen agar proses vaksinasi bisa berjalan dengan baik. Vaksinasi dinilainya bakal menekan angka penularan sekaligus memperkecil fatality rate atau angka kematian.

Baca artikel selengkapnya di sini

2. Garuda Indonesia Jadi Salah Satu Maskapai Berstandar Protokol Kesehatan Terbaik

Desain masker baru pesawat Garuda Indonesia pada armada B737-800 NG (dok: GIA)
Desain masker baru pesawat Garuda Indonesia pada armada B737-800 NG (dok: GIA)

Maskapai nasional Garuda Indonesia dinobatkan sebagai salah satu maskapai penerbangan dunia dengan standar penerapan protokol kesehatan dan keamanan terbaik di masa pandemi versi Safety Travel Barometer-lembaga audit independen yang menilai aspek standar penerapan protokol kesehatan dan keamanan maskapai penerbangan global dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Berdasarkan hasil audit tersebut, Garuda Indonesia menjadi satu satunya maskapai penerbangan asal Indonesia yang berhasil masuk dalam jajaran 20 besar dunia bersama dengan beberapa maskapai global lainnya.

Pemeringkatan tersebut didasari oleh penilaian komprehensif atas implementasi standar penerapan protokol kesehatan dan keamanan layanan penerbangan, dimana Garuda Indonesia memperoleh rating 4 dari skala rating tertinggi 5.

"Pencapaian ini tentunya memiliki arti tersendiri bagi upaya berkelanjutan dan konsistensi kami untuk selalu mengedepankan penerapan protokol kesehatan secara optimal pada seluruh lini operasional penerbangan, guna memastikan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 selama penerbangan berjalan dengan maksimal," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, sabtu (21/11/2020).

Baca artikel selengkapnya di sini

3. Kedai Kopi Menjamur, Ekspor Kopi Indonesia Turun

Barista membuat kopi dan melayani pembeli menggunakan teknologi Youtap di coffe shop, Gading Serpong, Tangsel, Sabtu (14/11/2020). Di tengah pandemi Covid-19, Youtap memudahkan pedagang untuk dapat memonitor penjualannya dan mencetak catatan penjualan yang akurat. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Barista membuat kopi dan melayani pembeli menggunakan teknologi Youtap di coffe shop, Gading Serpong, Tangsel, Sabtu (14/11/2020). Di tengah pandemi Covid-19, Youtap memudahkan pedagang untuk dapat memonitor penjualannya dan mencetak catatan penjualan yang akurat. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni P Joewono mengatakan Indonesia merupakan negara eksportir kopi ke berbagai negara dunia. Namun beberapa tahun terakhir ekspor kopi Indonesia ke luar negeri mengalami penurunan.

Alasannya tingkat konsumsi kopi di dalam negeri meningkat. Ini sejalan dengan menjamurnya kedai kopi yang dikelola di tanah air.

"Konsumen kopi dalam negeri ini tinggi karena banyak kafe kopi yang trennya memakai kopi nusantara," kata Doni dalam acara Dialog Kopi: Kulak Kulik Nikmatnya Bisnis Kopi, Jakarta, Sabtu, (21/11/2020).

Menjamurnya bisnis kopi modern ini memang menghasilkan pertumbuhan ekonomi kreatif. Kopi saat ini sudah menjadi gaya hidup di masyarakat.

Hanya saja eskpor kopi menurun karena habis memenuhi kebutuhan domestik. Sedangkan untuk kebutuhan ekspor, Indonesia hanya mampu menjual 4 persen dari kebutuhan kopi secara global.

Baca artikel selengkapnya di sini