Top 3: Waspada Obat Herpes untuk COVID-19 di Italia hingga Brutalitas Taliban Disorot

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Roma - Penyalahgunaan obat untuk melawan COVID-19 terjadi di Italia. Obat Parvulan yang biasanya dipakai untuk herpes malah dipakai untuk melawan virus corona.

Obat itu tidak dipasarkan di Italia, alhasil permintaan impor obat itu melonjak. Badan pengawas obat pun turun tangan untuk mewanti-wanti masyarakat terkait obat ini.

Masalah dari Parvulan menjadi sorotan pembaca kanal Global Liputan6.com pada Senin (13/6/2021).

Selain COVID-19, topik mengenai tindakan brutal militan Taliban juga masih menjadi berita yang disorot pembaca.

Berikut daftar beritanya:

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Obat Herpes untuk COVID-19

Seorang pengunjung dibingkai oleh patung perunggu skala besar Capitoline Wolf di Museum Capitoline Roma, Senin (26/4/2021). Italia kembali dibuka secara bertahap pada hari Senin setelah enam bulan memberlakukan lockdown untuk menghambat penyebaran corona Covid-19. (AP Photo/Gregorio Borgia)
Seorang pengunjung dibingkai oleh patung perunggu skala besar Capitoline Wolf di Museum Capitoline Roma, Senin (26/4/2021). Italia kembali dibuka secara bertahap pada hari Senin setelah enam bulan memberlakukan lockdown untuk menghambat penyebaran corona Covid-19. (AP Photo/Gregorio Borgia)

Badan Pengawas Obat Italia AIFA pada Jumat (10/9) memperingatkan tentang penyalahgunaan obat antivirus ilegal sebagai pengobatan COVID-19 dan menyebutnya berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

AIFA menambahkan bahwa permintaan dari pelanggan di Italia menunjukkan bahwa Parvulan sedang diusulkan digunakan tanpa ada persetujuan --untuk penggunaan lain di luar kegunaan aslinya-- sebagai pengobatan pencegahan COVID-19, pengganti vaksin resmi.

Baca selengkapnya...

2. Brutalitas Taliban

Seorang wanita mengenakan burqa yang diwajibkan Taliban saat melarikan diri ke Kabul dari daerah garis depan melewati kendaraan lapis baja milik mantan pasukan pemerintah di Kabul, Afghanistan, 30 Oktober 1996. (SAEED KHAN/AFP)
Seorang wanita mengenakan burqa yang diwajibkan Taliban saat melarikan diri ke Kabul dari daerah garis depan melewati kendaraan lapis baja milik mantan pasukan pemerintah di Kabul, Afghanistan, 30 Oktober 1996. (SAEED KHAN/AFP)

Suara rekaman itu menunjukkan enam pejuang Taliban mengelilingi pria yang berbaring telentang, dengan kepala bersandar di dadanya.

"Tembak dia! Dia harus terlihat tertembak!” Pemimpin kelompok mengatakan menjelang akhir video, menunjukkan niatnya untuk menyembunyikan kematian dengan pemenggalan kepala.

Baca selengkapnya...

3. Saudara Kandung Wapres Afghanistan Jadi Korban

Pejuang Taliban menguasai Istana Kepresidenan Afghanistan di Kabul, Afghanistan, Minggu (15/8/2021). Seorang pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Afghanistan menyebut Presiden Afghanistan Ghani telah pergi ke Tajikistan. (AP Photo/Zabi Karimi)
Pejuang Taliban menguasai Istana Kepresidenan Afghanistan di Kabul, Afghanistan, Minggu (15/8/2021). Seorang pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Afghanistan menyebut Presiden Afghanistan Ghani telah pergi ke Tajikistan. (AP Photo/Zabi Karimi)

Taliban menembak mati saudara laki-laki dari Amrullah Saleh, mantan wakil presiden Afghanistan, dan sopirnya di provinsi Panjshir utara, kata keponakan Saleh, Sabtu 11 September 2021.

Shuresh Saleh mengatakan pamannya Rohullah Azizi pergi ke suatu tempat dengan mobil pada Kamis 9 September ketika pejuang Taliban menghentikannya di sebuah pos pemeriksaan.

Baca selengkapnya...

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel