Top Scorer 5 Kompetisi Elite Eropa Musim Ini: Ngenes, Hanya 2 Figur yang Sukses Bawa Klub Juara

·Bacaan 5 menit

Bola.com, Jakarta - Semua kompetisi elite domestik Eropa musim ini telah berakhir. Juara-juara bermunculan.

Praktis hanya Bayern Munchen yang bisa mempertahankan gelar di persaingan Liga Jerman. Di kompetisi lainnya mencuat juara baru.

Atletico Madrid menjadi kampiun Liga Spanyol. Manchester City jawara Liga Inggris, Inter Milan jadi yang terbaik di Italia. Dan terakhir klub kuda hitam Lille secara mengejutkan menumbangkan dominasi PSG dengan menjadi juara Liga Prancis.

Pertandingan terakhir musim ini sangat dramatis. Dengan klub-klub top Eropa berjuang dengan gagah berani untuk memenangkan gelar juara atau kualifikasi untuk sepak bola Eropa musim depan.

Ada beberapa penampilan gemilang di level teratas Eropa. Sementara itu, munculnya Video Assistant Referee atau VAR juga menghasilkan lebih banyak gol dan lebih banyak drama daripada sebelumnya.

Tanpa basa-basi lagi, berikut lima top scorer di lima liga top Eropa musim ini seperti dikutip dari Sportskeeda.

Ligue 1: Kylian Mbappe (27 Gol)

Striker Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe (kanan) melakukan selebrasi bersama Moise Kean usai mencetak gol kedua timnya ke gawang AS Monaco dalam laga final Coupe de France 2020/2021 di Stade de France, Paris, Rabu (19/5/2021). PSG menang 2-0 dan menjadi juara. (AP/Christophe Ena)
Striker Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe (kanan) melakukan selebrasi bersama Moise Kean usai mencetak gol kedua timnya ke gawang AS Monaco dalam laga final Coupe de France 2020/2021 di Stade de France, Paris, Rabu (19/5/2021). PSG menang 2-0 dan menjadi juara. (AP/Christophe Ena)

Kylian Mbappe berada dalam performa sensasional di musim 2020-21. Pemain berusia 22 tahun tersebut telah muncul sebagai pesaing kuat untuk Ballon D'Or menuju Euro.

Hanya sebulan yang lalu, Paris Saint-Germain atau PSG berada di puncak treble Eropa. Namun, mereka mengakhiri musim 2020-21 dengan cara yang mengecewakan.

PSG memenangkan gelar Coupe de France, namun satu poin di belakang Lille sehingga kehilangan trofi Ligue 1 Prancis. Di Liga Champions, Mbappe dan kolega tersingkir di semifinal.

Terlepas dari penampilan tidak konsisten PSG di semua kompetisi musim ini, Mbappe tetap bersinar. Ia tampil dalam 47 laga di semua kompetisi dan terlibat dalam 53 gol, mencetak 42 gol serta 11 assist.

Mbappe berperan dalam 50% gol PSG (16) di Liga Champions musim ini. Di Ligue 1, ia mencetak 27 gol, yang merupakan 39% dari penghitungan gol PSG. Mbappe pun membawa pulang penghargaan Sepatu Emas kali ketiga berturut-turut.

Terlepas dari eksploitasi Mbappe, PSG gagal dalam upaya untuk memenangkan gelar liga kali keempat berturut-turut.

Liga Inggris: Harry Kane (23 gol)

Striker Tottenham Hotspur, Harry Kane melakukan eksekusi penalti yang berbuah gol kedua timnya ke gawang Aston Villa dalam laga lanjutan Liga Inggris 2020/2021 pekan ke-29 di Villa Park, Minggu (21/3/2021). Tottenham menang 2-0 atas Aston Villa. (AP/Tim Keeton/Pool)
Striker Tottenham Hotspur, Harry Kane melakukan eksekusi penalti yang berbuah gol kedua timnya ke gawang Aston Villa dalam laga lanjutan Liga Inggris 2020/2021 pekan ke-29 di Villa Park, Minggu (21/3/2021). Tottenham menang 2-0 atas Aston Villa. (AP/Tim Keeton/Pool)

Harry Kane memenangkan Sepatu Emas Liga Inggris ketiganya. Penyerang Tottenham Hotspur tersebut 23 gol dan 4 assist dalam 35 penampilan di 2020-21.

Kane dan Salah sama-sama mencetak 22 gol menjelang laga terakhir Liga Inggris musim ini. Tapi, Kane sukses mencetak satu gol dan membuat assist saat Tottenham menang 4-2 atas Leicester City, sementara Salah gagal.

Dia menjadi pemain pertama sejak Andy Cole menyelesaikan musim Liga Inggris dengan gol dan assist terbanyak.

Berkat eksploitasi Kane, Tottenham menyelamatkan musim mengecewakan mereka. Tottenham melaju ke kualifikasi Europa Conference League di depan rival sekotanya, Arsenal.

Kane dan Son Heung-Min memecahkan rekor kombinasi gol terbanyak Liga Inggris musim ini. Duet ini mengalahkan rekor berusia 26 tahun yang dipegang Alan Shearer dan Chris Sutton.

Serie A: Cristiano Ronaldo (29 gol)

Penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo memegang trofi merayakan gelar juara Coppa Italia 2020-2021 usai laga final melawan Atalanta di Stadion Mapei, Kamis (20/5/2021) dinihari WIB. Juventus semakin menegaskan diri sebagai raja Coppa Italia dengan koleksi 14 gelar juara. (AP Photo/Antonio Calanni)
Penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo memegang trofi merayakan gelar juara Coppa Italia 2020-2021 usai laga final melawan Atalanta di Stadion Mapei, Kamis (20/5/2021) dinihari WIB. Juventus semakin menegaskan diri sebagai raja Coppa Italia dengan koleksi 14 gelar juara. (AP Photo/Antonio Calanni)

Cristiano Ronaldo sekali lagi menciptakan sejarah. Sebab, bintang asal Portugal itu menjadi satu-satunya pemain yang finis sebagai pencetak gol terbanyak di tiga liga domestik utama Eropa.

Juventus kehilangan Scudetto Liga Italia Serie A musim ini. Namun, Ronaldo menbawa Bianconeri lolos ke Liga Champions dan mencetak 29 gol dalam 33 pertandingan yang membuatnya menjadi top skorer untuk memenangkan penghargaan Capocannonieri pertamanya dalam upaya ketiganya.

Ronaldo mencatatkan satu gol setiap 97 menit di Serie A musim 2020-21 dan satu gol setiap 104 menit di semua kompetisi.

Meski berusia 36 tahun, Ronaldo belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Pasalnya, ia mencatatkan keterlibatan langsung 40 gol (36 gol, empat assist) dalam 44 laga di semua kompetisi musim ini.

Pemenang Ballon D'Or lima kali itu terlibat dalam 40% gol Serie A Juventus musim ini, setelah bermain dalam 82% menit. Selain itu, Ronaldo juga memainkan peran langsung dari setiap tiga gol yang dicetak Juventus dalam musim Liga Champions yang mengecewakan.

La Liga: Lionel Messi (30 Gol)

Lionel Messi adalah pemegang rekor peraih Sepatu Emas Eropa sebanyak 6 kali. Musim ini bersama Barcelona telah mencetak 30 gol dari 35 pertandingan di La Liga dan menjadi top skor sementara di Liga Spanyol musim ini. (AFP/Josep Lago)
Lionel Messi adalah pemegang rekor peraih Sepatu Emas Eropa sebanyak 6 kali. Musim ini bersama Barcelona telah mencetak 30 gol dari 35 pertandingan di La Liga dan menjadi top skor sementara di Liga Spanyol musim ini. (AFP/Josep Lago)

Era Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo masih jauh dari selesai. Sementara Ronaldo finis di puncak daftar pencetak gol terbanyak Liga Italia Serie A, Messi melanjutkan ekspoitasinya di La Liga Spanyol dengan memenangkan penghargaan Pichichi lainnya.

Sama seperti Ronaldo, Messi dihambat performa Barcelona yang di awal musim tidak konsisten. Tim asuhan Ronald Koeman itu akhirnya finis di luar dua besar untuk kali pertama dalam lebih dari satu dekade.

Namun demikian, dalam 47 penampilan di semua kompetisi musim ini, Messi terlibat dalam 50 gol, mencetak 38 gol dan 12 assist, termasuk 30 gol yang memimpin liga serta sembilan assist di La Liga Spanyol.

Ballon D'Or enam kali itu terlibat dalam 46% gol Barcelona di La Liga Spanyol. Messi juga mencetak lima gol dan dua assist dalam enam penampilan Liga Champions, mencetak gol setiap 108 menit.

Terlepas dari eksploitasi Messi, Barcelona hanya memenangkan Copa Del Rey musim ini.

Bundesliga: Robert Lewandowski (41 gol)

Striker Bayern Munchen Robert Lewandowski memegang trofi pencetak gol terbanyak musim ini setelah memenangkan gelar Bundesliga di stadion Allianz Arena, Sabtu, 22 Mei 2021. (Sven Hoppe , Pool via AP)
Striker Bayern Munchen Robert Lewandowski memegang trofi pencetak gol terbanyak musim ini setelah memenangkan gelar Bundesliga di stadion Allianz Arena, Sabtu, 22 Mei 2021. (Sven Hoppe , Pool via AP)

Robert Lewandowski telah menjadi salah satu pencetak gol top Eropa untuk sementara waktu. Tetapi musim ini, dia berada dalam kondisi terbaiknya yang mematikan.

Mesin gol timnas Polandia itu mencetak total 41 gol dalam 29 penampilan untuk finis di depan Andre Silva (28 go). Dalam prosesnya, Lewandowski memecahkan rekor hampir lima dekade Gerd Muller untuk gol terbanyak dalam satu musim Bundesliga.

Berkat eksploitasi produktif Lewandowski, Bayern Munchen sukses memenangkan persaingan dengan RB Leipzig dan Borussia Dortmund untuk meraih gelar Bundesliga berturut-turut.

Dengan memenangkan trofi Meisterschale kesembilan mereka secara beruntun, raksasa Bavaria tersebut menyamai rekor Juventus yang meraih sembilan Scudetto berturut-turut, terbanyak oleh tim mana pun di lima liga teratas Eropa.

Penampilan luar biasa pemain berusia 32 tahun itu, terutama di Bundesliga, membuatnya mengalahkan Messi dan Ronaldo untuk memenangkan penghargaan Sepatu Emas Eropa yang bergengsi untuk kali pertama dalam kariernya.

Dalam 40 penampilan di semua kompetisi musim ini, Lewandowski mengumpulkan 48 gol dan sembilan assist, mencetak satu gol setiap 70 menit.

Sumber: Sportskeeda

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel