Total 29 Rumah Rusak dan 3 Orang Terluka Akibat Gempa Pangandaran

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi dengan magnitudo 5,9 yang menguncang Pangandaran pada Minggu, (25/10/2020), mengakibatkan 29 rumah rusak dan tiga orang mengalami luka-luka.

Hal ini disampaikan oleh Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Budi Budiman. Dia menuturkan, setidaknya ada 5 wilayah terkena dampak akibat gempa tersebut.

Wilayah tersebut di antaranya di Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, dan Kota Tasikmalaya.

Secara rinci, Budi menyebut 5 unit rumah mengalami rusak ringan di Kabupaten Pangandaran. Yang paling banyak berada di Ciamis.

"13 unit rumah mengalami rusak sedang dan ringan di Kabupaten Ciamis, 7 unit rumah mengalami rusak ringan di Kabupaten Tasikmalaya. 1 unit rumah rusak berat di Kabupaten Garut , 2 unit rumah rusak ringan dan 1 unit rumah rusak sedang di Kota Tasikmalaya," kata dia saat dihubungi, Minggu (25/10/2020).

Sementara, masih kata Budi, untuk korban luka akibat gempa, berada di Ciamis dan Tasikmalaya. "2 orang di Kabupaten Ciamis dan 1 orang di Kota Tasikmalaya," ungkap dia.

Terus Memantau Kondisi

Dampak Gempa Bumi Pangadaran, Sejumlah Rumah Rusak. (Foto: Dokumentasi BPBD Jabar).
Dampak Gempa Bumi Pangadaran, Sejumlah Rumah Rusak. (Foto: Dokumentasi BPBD Jabar).

Budi menegaskan, BPDB Jabar terus berkoordinasi dan memantau kondisi terkini terhadap seluruh Kabupaten dan Kota terdampak.

Menurut dia, BPBD Kabupaten dan Kota juga masih melakukan assesment ke lokasi-lokasi kejadian sambil memberikan himbauan kepada warga setempat agar selalu waspada dan siaga karena di lokasi juga saat ini sedang turun hujan

"Kami masih melakukan pendataan dan menunggu laporan dari beberapa kecamatan. Saat korban luka-luka sudah dilarikan ke Klinik terdekat," tandas dia.

Antisipasi Gempa

Ini yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi.

Sebelum:

- Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempabumi.

- Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.

- Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.

- Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi.

- Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi.

- Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi

- Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

- Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

- Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.

Saat Terjadi Gempa Bumi:

- Jika Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.

- Jika berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

- Jika Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

- Jika Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

- Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa Bumi:

- Jika Anda berada di dalam bangunan: keluar dari bangunan tersebut dengan tertib; jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa;periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K; telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

- Periksa lingkungan sekitar Anda: apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.

- Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa,karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

- Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.

- Dengarkan informasi mengenai gempabumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.

- Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.

- Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: