Total Aset BNBR Naik Jadi Rp15,5 Triliun

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menilai bahwa 2020 adalah tahun yang penuh tantangan. Rata-rata perusahaan merasakan dampak negatif dari pandemi COVID-19.

Meski demikian, Direktur Utama BNBR, Anindya Novyan Bakrie, mengatakan bahwa secara total aset Bakrie & Brothers tetap mengalami kenaikan dari Rp14,36 triliun menjadi Rp15,5 triliun.

"Ini disebabkan karena ada perbedaan selisih kurs dan juga kenaikan dari investasi jangka pendek dalam mata uang dolar," kata Anindya dalam telekonferensi, Kamis 17 Desember 2020.

Baca juga: Bupati Tangerang Izinkan Bioskop Buka, Kapasitas Hanya Sepertiga

Kemudian, dari segi ekuitas, Anindya mengungkapkan bahwa perseroan telah mencatatkan ekuitas sebesar Rp2,07 triliun, atau menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp2,35 triliun.

Menurutnya, hal ini memang disebabkan karena adanya penurunan dari aspek pendapatan, akibat pengaruh slow down economy di masa pandemi COVID-19 ini.

"Dan juga karena memang ada penurunan dari selisih kurs yang cukup signifikan," ujarnya.

Karenanya, BNBR pun mencatat bahwa pada kuartal III-2020 ini, perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp240 miliar dengan EBITDA pada kuartal III-2020 adalah sebesar Rp17 miliar.

Nilai ini memang turun sangat signifikan jika dibandingkan dengan EBITDA periode yang sama di tahun 2019 lalu, yang mencapai sebesar Rp232 miliar.

Pendapatan perseroan juga menurun hingga 20 persen menjadi Rp1,979 triliun pada kuartal III-2020, dari periode yang sama tahun 2019 yang mencapai sebesar Rp2,473 triliun.

"Pandemi COVID-19 juga telah menjadi salah satu faktor penyebab, sehingga beberapa proyek potensial yang akan dikerjakan perseroan tertunda persiapan atau bahkan pelaksanaannya," ujarnya. (ren)