Total Klaim Asuransi Jiwa Capai Rp 683 Triliun Dalam 5 Tahun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Togar Pasaribu mencatat pembayaran klaim sejak 2016-2020 mengalami tren peningkatan. Di mana selama lima tahun terakhir total klaim asuransi jiwa mencapai sebesar Rp683,15 triliun.

"Menurut data yang kami miliki dari 2016 sampai 2020 industri asuransi jiwa membayar klaim tiap tahun alami peningkatan," kata Togar dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (14/4).

Berdasarkan data AAJI pada 2016 pembayaran klaim asuransi jiwa baru mencapai Rp95,21 triliun. Kemudian meningkat di 2017 sebesar Rp120,7 triliun, 2018 Rp121,3 triliun, 2019 Rp149,77 triliun dan di 2020 sebesar Rp151,1 triliun.

"Ini satu jumlah tidak kecil komitmen ini tetap diberikan perusahan asuransi jiwa meksi kondisi Covid-19," kata dia

Togar menambahkan, selama 2020 dari total klaim asuransi sebesar Rp151,1 triliun sebanyak Rp661 milliarnya digunakan untuk perawatan Covid-19. Di mana jumlah tersebut dibayarkan kepada 9.128 pemegang polis.

"Beberapa perusahaan walaupun covid jenis penyakit baru belum masuk di dalam polis tetap dibayarkan. Bahkan perusahan asuransijiwa menerbitkan polis kesehatan mengcover Covid-19," jelasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Diskon Pajak Mobil Baru Gairahkan Industri Suku Cadang hingga Asuransi

Ilustrasi Asuransi (iStockphoto)
Ilustrasi Asuransi (iStockphoto)

Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin meyakini kebijakan pemberlakuan diskon PPnBM untuk mobil dengan mesin di atas 1500cc mulai April 2021, bisa memberikan afek berganda (multiplier effect) bagi sektor usaha lainnya.

“Untuk mendorong demand dari kelas menengah sejak Maret 2021 pemerintah memberikan relaksasi pajak pembelian mobil dan rumah melalui pembebasan PPnBM dengan uang muka 0 persen. Kebijakan ini telah berhasil mendorong penjualan mobil,” kata Wapres dalam Forum Indonesia Bangkit Vol.1 Strategi Sektor Kesehatan Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi, Selasa (6/4/2021).

Menurutnya kebijakan ini memberikan dampak positif ke sektor-sektor usaha ikutannya, mulai dari pemasok suku cadang, ritel, pembayaran hingga industri asuransi.

Oleh karena itu, dunia usaha dapat memanfaatkan momentum pertumbuhan ini dengan sebaik-baiknya dengan memanfaatkan dorongan stimulus fiskal melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Serta investasi dari dunia usaha secara bersamaan akan mempercepat pemulihan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Penyesuaian terhadap kondisi new normal nantinya juga akan tetap diterapkan di berbagai sektor ekonomi,” katanya.

Adapun dengan adanya penurunan kasus covid-19 dan vaksinasi, membuat mobilitas masyarakat yang meningkat secara terbatas memberikan rasa optimisme terhadap perbaikan konsumsi masyarakat.

“Oleh karena itu ekspansi dunia usaha melalui investasi diharapkan dapat kembali meningkatkan produksi dan menyerap tenaga kerja,” ujarnya.

Lanjutnya, tepat 1 tahun lebih bangsa Indonesia, telah berjuang mengatasi pandemi covid 19. Dimana fokus besar diarahkan untuk penanganan sektor kesehatan dengan harapan bangsa Indonesia dapat keluar dari krisis kesehatan dan ekonomi atau disebut istilah Pandeksit atau pandemic exit, sehingga ekonomi dapat kembali berjalan normal.

“Pandemi memberikan pelajaran baru bagi kita semua, pandemi membawa perubahan norma dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Langkah 3M mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak harus tetap terus diterapkan secara disiplin sebagai upaya memutus rantai penularan virus,” pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel