Totalitas, Hyundai Siapkan 12 Model Crossover hingga Akhir 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hyundai semakin serius mengekspansi pasar otomotif global di tahun-tahun mendatang. Setelah menghadirkan Tucson spesifikasi Amerika Serikat (AS), beberapa model N dan N Line, pabrikan asal Korea Selatan ini akan membawa mobil baru lagi.

Melansir Carscoops, Hyundai berencana untuk menghadirkan 12 crossover baru atau model penyegaran yang signifikan pada akhir 2021.

Namun, Hyundai sendiri masih belum ingin mengungkapkan spesifikasi detail produknya, tapi beberapa produknya antara lain, Kona dan Santa Fe serta Tucson 2022. Selain itu, ada juga model yang benar-benar baru, seperti pikap Santa Cruz, Ioniq 5 yang akan didasarkan pada konsep 45.

Berdasarkan rencana tersebut, Hyundai akan memiliki salah satu SUV terbaru dengan fokus di semua segmen. Artinya, akan ada model hybrid, plug-in hybrid, listrik, serta varian bensin dan model N Performance.

Tidak banyak yang bisa dilakukan, tapi facelift Kona telah diperkenalkan di Korea Selatan awal tahun ini. Selain model standar dan varian N Line, akan ada Hyundai Kona N yang memiliki mesin empat silinder 2.0 liter turbocharger yang menghasilkan tenaga hingga 275 Tk.

Model Lain?

Masih belum jelas apa model lainnya, tapi Wakil Presiden Perencanaan Produk dan Strategi Mobilitas Hyundai Amerika Utara mengatakan, insinyur, perancang, dan tim pengembangan Hyundai tengah bekerja keras untuk mengembangan produk baru yang fantastis.

"SUV Hyundai, kendaraan yang berfokus pada lingkungan, dan produk N berperforma tinggi telah hadir, dan saya tidak sabar untuk melihat bagaimana konsumen dan penggemar bereaksi terhadap rangkaian produk baru kami yang paling mengesankan hingga saat ini," ungkapnya.

Ridwan Kamil Ingin Mobil Listrik Jadi Kendaraan Dinasnya, Ini Respon Hyundai

Belum lama ini Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan tengah menyiapkan kebijakan baru terkait penggunaan mobil listrik sebagai kendaraan dinasnya di masa mendatang.

"Pemprov Jabar sedang menyusun kebijakan. Sekarang produksi (mobil listrik) sudah massal, maka mulai tahun depan itu pembelian mobil dinas wajib mobil listrik dan motor listrik," terang Ridwan Kamil seperti dikutip dari Liputan6.com (4/11).

Secara spesifik, Ridwan Kamil ingin menggandeng Hyundai dalam pengadaan mobil listrik bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Terkait hal tersebut, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) pun memberi tanggapan.

"Kalau saya mengutip pernyataan pak Ridwan Kamil, pertimbangannya karena efisiensi. Kalau menggunakan electric vehicle, untuk menempuh 300 km hanya membutuhkan uang Rp50 ribu. Sedangkan di mobil konvensional bisa Rp200-300 ribu," terang Erwin Djajadiputra, Sales Director PT HMID.

Ia pun mengungkap kesiapan dari HMID untuk menyediakan mobil listrik bagi Pemprov Jawa barat.

Infografis 4 Ciri Kelelahan Akibat Covid-19

Infografis 4 Ciri Kelelahan Akibat Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 4 Ciri Kelelahan Akibat Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: